RUU PKPT Kian Mendesak Aksi Pelecehan Seksual Terhadap Kaum Perempuan Makin Meningkat

0
34

KOTABUMI – Maraknya aksi pelecehan seksual terhadap perempuan menuai tanggapan dari Siti Wuriyan, S.Sos.I., M.Kom.I., selaku Co Founder Perempuan Saburai. Perempuan ini sekaligus mendesak kepada pemerintah pusat untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan (PKTP).

”Banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan yang terjadi terhadap kaum perempuan menjadi suatu peringatan penting bagi kita semua untuk bergerak bersama dalam mengkampanyekan anti kekerasan terhadap perempuan,” ujar Siti Wuriyan, kepada Radar Kotabumi, Kamis (10/1).

Kemudian, lanjut dia, pihaknya mendesak pemerintah pusat untuk segera mengesahkan RUU PKPT. Menurut dia, keberadaan UU PKPT dapat memudahkan pendampingan kepada kaum perempuan yang mengalami kekerasan seksual. ”Sehingga dengan payung hukum berupa undang-undang ini, maka pendampingan dan perlindungan terhadap korban dapat dilakukan secara maksimal oleh semua elemen,” kata Wuri-sapaan akrabnya.

Menurut Wuri, perempuan dimanapun berada, berpakaian apapun baik dari kalangan anak-anak maupun dewasa, rawan mengalami pelecehan seksual. ”Pelecehan seksual adalah segala macam bentuk kekerasan seksual dan merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun nonfisik yang menyasar pada bagian tubuh seksual atau seksualitas seseorang,” kata dia.(rid/fik)

Selengkapnya, baca edisi cetak 11 Januari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here