CJH Disambut Cuaca Panas Di Madinah

125

Laporan: Desyadi, S.H.,M.M., (Kepala BPKAD Lampura)

Sabtu (13/7) sekitar pukul 08.00 Waktu Madinah, atau pukul 12.00 WIB, pesawat kami mendarat di Bandara Pangeran Muhammad Bin Abdul Azizi Madinah. Terdengar suara memuji kebesaran Allah SWT dari para jemaah lain. Ada sebuah keharuan dan kebahagiaan tersendiri, ketika menjejakkan kaki ditanah Madinah. Tak henti-henti bibir mengucapkan rasa syukur mendalam atas nikmat yang diberikan. Juga kesempatan untuk hadir ditanah yang disebut-sebut dalam Alqur’an, memenuhi panggilan berhaji .
Pukul 08.00 jika di tanah air, matahari terasa hangat. Namun tidak di Madinah. Cuaca disana terasa sangat panas sekitar 39 derajat celcius. Kemudian, akan bertambah panas pada siang harinya yakni mencapai 42 derajat celcius. Tetapi, semua itu tidak menjadi persoalan. Semangat dan tekat untuk menjalankan ibadah, membuat cuaca panas tidak begitu dirasakan.
Terlebih tim medis pendamping haji sebelumnya telah memberikan arahan, dan terus mengingatkan jemaah untuk sesering mungkin membasuh muka dan meminum air. “seringlah minum dan jangan menunggu haus, agar kondisi tubuh tetap terjaga,” itu yang seringkali didengar lewat arahan petugas medis yang mendampingi.
Menurut informasi yang disampaikan, kami akan berada di Madinah selama 8 hari kedepan. Sebab setelah itu, akan bertolak ke kota Mekkah. Ketika berada di Madinah diberi kesempatan untuk berziarah kemakam Rosululloh Muhammad SAW. Juga tempat-tempat bersejarah lainnya di sekitar Masjid Nabawi. Kemudian melaksanakan sholat arbain yaitu sholat berjamaah 40 kali berturut-turut di masjid Nabawi.
Menurut Jadwal Minggu (21/7) baru kami bertolak ketanah suxi Mekkah untuk melaksanakan ibadah umroh dan pelaksanaan rukun2 haji. Seperti jamaah lainnya, semua berharap dapat khusuk menunaikan setiap tahapan hajji dan kembali ke tanah air menjadi hajji yang mabrur.(her/rid)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here