Wartawan Harus Memberikan Kontribusi Bagi Daerah

20

Bandar Lampung – Seorang wartawan harus memberikan kontribusi bagi daerahnya.

Hal tersebut di tegaskan oleh Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari saat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah dengan Pemkab Tulangbawang di Panorama Resort Unit II, Kecamatan Banjaragung, Selasa (19/11) malam.

Selain Atal S Depari, juga hadir Sekdakab Anthoni beserta pejabat dilingkup Pemkab Tulangbawang, Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian beserta jajaran kepengurusan, serta Ketua PWI Tulangbawang Abdul Rohman, dan owner Panorama Resort Dedi Afrizal.

Dalam kesempatan itu, Sekdakab Anthoni menyampaikan permintaan maaf Bupati Tulangbawang Winarti karena belum dapat hadir karena sesuatu keperluan.

Anthoni juga menyampaikan jika Kabupaten Tulangbawang memiliki komitmen untuk semakin maju dan berkembang kedepannya.

“Selamat datang di Kabupaten Tulangbawang, mudah mudahan dengan kedatangan Ketum PWI dapat memberikan nilai tambah dalam kemajuan Daerah,” katanya memberikan sambutan.

Anthoni juga menjelaskan jika di Tulangbawang memiliki 25 program unggulan gagasan Bupati Winarti dan Wakil Bupati Hendriwansyah.

“Kami juga memiliki Mal Pelayanan Publik sebagai pusat pelayanan publik yang terintegrasi di dalam satu gedung,” jelasnya.

“Kami berharap dengan kedatangan Ketum PWI di Tulangbawang, dapat meningkatkan peran pers dalam upaya mendorong percepatan pembangunan, menyumbangkan ide ide bagi kemajuan Kabupaten Tulangbawang kedepan,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Atal S Depari menegaskan jika seorang wartawan harus dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan daerahnya.

“Jika di Tulangbawang ada 147 kampung, seorang wartawan harus memberitakan kampung kampung tersebut secara adil,” tegasnya.

Selain itu, Atal juga mengungkapkan jika seorang wartawan harus dapat memberikan pelatihan jurnalistik kepada pemuda pemudi di Kampung.

“Seorang Wartawan juga harus bisa memberikan pelatihan jurnalistik dan mengedukasi pemuda pemudi di kampung agar tidak terjebak dalam berita hoax,” ujarnya.

Menurutnya, jika hal tersebut dapat berjalan peran pers dalam membangun generasi muda di Daerah akan lebih maksimal.

“Pers harus berkontribusi bagi Daerah agar tidak ada anggapan jika wartawan itu menakutkan. Menulis sesuai kondisi dan harus menerapkan kode etik,” tandasnya. (rnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here