Disporapar Lampura Normalisasi Bendungan Way Tebabeng

25
Foto : Ferdani Caption : Ilham Akbar Kepala Disporapar Lampura, didampingi Kabid Pariwisata Redy Apriyansyah, saat dikonfirmasi terkait Normalisasi Bendungan Way Tebabeng, Selasa (26/11).

KOTABUMI — Dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Lampung Utara (Lampura) melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) terus berupaya menggali potensi melalui obyek wisata selain dari sektor PBB dan hasil pertanian.

Sebagaimana dikatakan, Ilham Akbar Kepala Dinas Disporapar Lampura, bahwa saat ini melalui sektor pariwisata Pemda setempat tengah melakukan normalisasi terhadap Bendungan Way Tebabeng sebagai obyek wisata strategis. Hal itu didorong dengan dibukanya jalur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung-Palembang.

ā€¯Untuk obyek wisata yang paling stategis yaitu Bendungan Way Tebabeng, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan lintas dan asetnya asli milik Pemda Lampura,” ujarnya, Selasa (26/11) sekira pukul 10.47 WIB.

Menurutnya, pilihan utama Pemda setempat untuk melakukan normalisasi terhadap Bendungan Way Tebabeng itu dari pada Bendungan Way Rarem karena untuk lokasi wisata Way Rarem asetnya milik Pemrov Lampung bukan Pemda setempat.”Dari semua titik hanya Bendungan Way Tebabeng yang strategis ini akan menjadi wisata induk pariwisata yang ada di 23 Kecamatan se-Kabupaten Lampura setelah dilakukan pendataan,” urainya.

Untuk mendesain lokasi wisata itu, lanjutnya, Disporapar Lampura akan menggundang ahli desain khusus untuk masterplannya agar setelah selesai dapat mendorong peningkatan PAD Kabupaten setempat. “Harapannya, tempat wisata ini nantinya akan menjadi bangsa pasar dan menjadi tujuan wisata yang nantinya secara otomatis akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” papar Ilham Akbar.

Selain terfokus pada obyek wisata Bendungan Way Tebabeng, katanya lagi, Disporapar setempat juga terus mendorong masing-masing Desa untuk terus menggali potensi wisata di Desa masing-masing. Meski saat ini telah diketahui ada beberapa Desa di Kabupaten Lampura telah mulai melakukan penataan dan pengembangan terhadap wisata di Desanya.

Sebagaimana diketahui di Lampura memiliki banyak potensi wisata alam selain dari bendungan juga adanya keberadaan air terjun (curup). “Untuk wisata air terjun yang saat ini mulai dikembangkan itu ada di Desa Way Isem, Kecamatan Sungkai Barat, untuk Curup Jono, dan curup Klawas di Desa Pekurun Barat, Kecamatan Abung Tengah dan Curup yang ada di Kecamatan Bukit Kemuning serta curup-curup lainnya,” katanya.(fer/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 27 November 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here