Masyarakat Minta Dishub Pasang Palang Pintu Perlintasan KA Cempaka

34
Ket foto:  Kepala Desa Banjar Wangi, Mudasir saat menunjukan jalan yang ada di perlintasan kereta api di dekat Stasiun Cempaka, Lampung Utara, Rabu (4/12).

Lampung Utara – Pasca kecelakaan maut di jalan perlintasan kereta api dekat Stasiun Cempaka masyarakat Desa Banjar Wangi Kecamatan Kotabumi Utara minta Dinas Perhubungan segera mengadakan pemasangan palang pintu.

“Kami berharap dinas terkait bisa segera memasang palang pintu di jalan perlintasan kereta api di dekat stasiun cempaka itu. Karena bulan lalu sudah ada korban jiwa karena mobil yang dibawa korban ditabrak kereta,” kata Lambek salah seorang tokoh masyarakat Desa Banjar Wangi, Rabu (4/12).

Permintaan masyarakat itu dikarenakan khawatir akan kembali memakan korban jika tidak segera terpasangnya palang pintu. Karena dari pantauan di jalan perlintasan kereta api di dekat Stasiun Cempaka itu merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Kotabumi Utara dengan Kecamatan Sungkai Jaya. Selain itu terlihat proses pelaksanaan penambahan jalur rel kereta api dari tiga jalur menjadi empat jalur.

Kepala Desa Banjar Wangi, Mudasir juga mengungkapkan, bahwa masyarakatnya mengharapkan untuk segera diadakannya palang pintu di jalur perlintasan tersebut.

“Sudah sepantasnya untuk ada palang pintu di jalan perlintasan ini, karena di jalan yang melintas di rel kereta api ini cukup panjang. Selain itu sekarang ini di jalan perluntasan ini sudah ada empat jalur rel kereta api,” kata Mudasir.

Dia juga mengungkapkan kekhawatiran masyarakat sekitar dengan belum adanya palang pintu tersebut dikarenakan pada, Senin (25/11) lalu sudah ada korban jiwa akibat mobil dam truck yang dikemudikan korban tersambar kereta api ekspres.

Menurutnya, peristiwa kecelakaan maut yang merengut nyawa Akiun (39) sopir mobil truk pengangkut tanah tersebut karena tidak melihat dan tidak adanya palang pintu. Yang saat itu sopir mobil truk itu hendak melintas di jalan perlinatsan kereta api didekat stasiun cempaka itu dan melihat kereta babaranjang saat itu tengah berhenti.

Namun ketika kendaraan itu sudah masuk diperlintasan dari arah Kotabumi menuju ke arah Desa Banjar Wangi tiba-tiba dihantam oleh kereta api express yang melaju dari arah Palembang menuju Bandar Lampung.

“Kalau tidak segera dipasang palang pintu kita kawatir akan ada korban lagi. Karena di jalur perlintasan itu semakin panjang karena ada penambahan jalur rel kereta api yang semula hanya tiga dan ini sudah menjadi empat. Di tempat lain saja yang cuma ada satu jalur sudah terpasang palang pintu tapi di sini belum,” ujarnya.

Terpisah, ketika dihubungi, Kepala Stasiun Cempaka KM 105+59 M, Junidil Pitrah mengatakan, melihat kondisi jalur tersebut dirinya pernah menyampaikan kepada pihak PT KAI agar segera dipasangkan palang pintu. Namun menurutnya, sesuai dengan peraturan karena jalan penghubung Kecamatan Kotabumi Utara dengan Kecamatan Sungkai Jaya bukanlah wewenang pihak PT KAI melainkan kewenangan pihak Dinas Perhubungan untuk pengadaan palang pintunya.

“Semenjak saya menjabat saya sudah pernah mengajukan, tapi karena untuk pengadaan palang pintu di jalan itu merupakan kewewenangannya ada di dinas perhubungan. Untuk itu saya juga sudah koordinasikan dengan paka kades supaya segera mengusulkan suratnya secara resmi ke Dinas Perhubungan,” ungkap Junidil Pitrah.

Bahkan menurut dia, sebelum adanya peristiwa kecelakaan maut di jalur perlintasan tersebut pihak PT KAI juga telah siap untuk menyampaikan dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Dinas Perhubungan agar segera mengadakan palang pintu di jalan yang ada di jalur perlintasan kereta api tepatnya di dekat Stasiun Cempaka.

“Waktu itu, waktu ada kabar Mendishub mau datang ke cempaka, kan ramai ada pak kadis perhubungan dan pada saat itu juga sudah saya ceritakan dan pihak dinas perhubungan lampung utara menyatakan siap untuk mengadakan tenaganya, kalau untuk pintunya menyusul,” ujarnya. (rid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here