Tertimpa Mangkok Mesin Elevator, Warto Tewas Pihak Perusahaan Siap Tanggungjawab

87
Foto Riduan Caption foto : Suasana dikedaman korban tewas akibat kecelakaan kerja, Selasa(21/1)

KOTABUMI–Warto Susilo(63) buruh tetap gudang PT Sahrief Brother harus meregang nyawa. Setelah bagian kepala warga Margajaya 1, Kelurahan Sidangsari, Kecamatan tersebut tertimpa mangkok mesin elevator pencurahan kopi, sekitar pukul 08.30 WIB, Selasa (21/1).

Giman(63) selaku mandor kerja mengatakan, saat itu dirinya bersama Jamian(50), boiman(45) dan korban, sedang menyurah kopi. Tiba -tiba mesin elevator macet karena ada penyumbatan, sehingga dilakukan perbaikan. “Setelah diperbaiki, kemudian mesin hidup kembali. Saat itu, ada suara klontang – klontang, seperti benda jatuh,”katanya, di rumah duka Selasa (21/1).

Kemudian, lanjut Giman, dirinya bersama dengan pekerja lainnya langsung lari dari bawah mesin elevator untuk menghindar. ” Saya buru – buru kabur, sementara korban ada dibelakang saya sejauh lima meter,”katanya.

“Saat itu Boiman(pekerja lainnya, Red) bilang’ Pak To(korban, Red) ketimpah!’. Mengetahui itu, saya berbalik, dan melihat korban sudah terkapar,” sambung Giman.
Selanjut, Giman bersama pekerja lainnya langsung membopong tubuh korban untuk dibawa ke mobil menuju Rumah Sakit Handayani(RSH) Kotabumi.”Saat dalam mobil, denyut nadinya masih ada, dan setelah menjalani perawatan beberapa saat di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia,”imbuhnya.

Caption : Jenazah korban kecelakaan kerja saat disemayamkan di rumah duka.

Sementara Kusmiatun(42) istri korban, meminta pertanggungjawaban penuh pihak perusahaan, karena korban merupakan satu – satunya, tulang punggung keluarga.”Saya tidak punya siapa – siapa lagi. Suami saya berangkat(kerja, Red) dalam kondisi sehat, dan pulang sudah jadi mayat. Jadi saya minta tanggungjawab kepada Pak Sharief,” katanya sambil menahan isak tangis.

Terkait tannggungjawab, Kusmiatun mengatakan, berupa segi perekonomian keluarganya.”Kami orang nggak punya, dengan (kejadian, Red) begini, saya tidak punya siapa – siapa lagi,” ujarnya dengan linangan air mata.

Meski begitu, Kusmiatun menyatakan, jika dirinya telah mengikhlaskan kepergian suaminya tersebut dan menganggap itu sudah menjadi takdir hidupnya.”Saya ikhlas bapak pergi, dan menganggap ini musibah,”tambahnya.

Sementara Wakil Direktur PT Sharief Brother, Herry Syaripudin, yang dijumpai dirumah duka menyatakan, pihaknya siap bertanggungjawab atas insiden tersebut.”Kita akan bertanggungjawab, dan akan memenuhi harapan keluarga korban. Kita juga sudah memberikan santunan dan biaya pemakaman,” paparnya.

“Kita juga akan menyiapkan berbagai tuntutan pihak keluarga korban, seperti biaya tahlilan baik, niga, nujuh, empat puluh, seratus hari. Tergantung kemauan pihak keluarga,”katanya seraya menyebut korban merupakan karyawan tetap perusahaan dan telah bekerja selama 20 tahun lebih.

Insiden terlepasnya mangkok mesin elevator, lanjut anggota Fraksi Nasdem ini, baru pertama kali terjadi.”Baru pertama kali, terjadi mangkok mesin elevator itu terlepas,”katanya.(rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 22 Januari 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here