Heboh Kepulangan Mahasiswa Lampura Dari China Meski Sehat, Dinkes Sarankan Karantina

67
foto : PRANATA RIANO Caption : dr. Maya Metissa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampura saat diwawancarai soal upaya penanganan antisipasi virus corona diruang kerjanya, Senin (3/2).

KOTABUMI—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara (Lampura), ambil langkah cepat. Muhammad Faris Azhar, mahasiswa Universitas Yangzho Polytechnic Institut Provinsi Jiangsu Kota Yangzhow – China, langsung dilakukan pemeriksaan medis. Tidak itu saja, Dinkes juga melakukan karantina, terhadap Fariz yang tiba di Lampura Sabtu (1/2) malam lalu.

Maya Metissa, Kepala Dinkes Lampura kepada Radar Kotabumi, menuturkan, begitu mengetahui soal kepulangangan warga Lampura dari negeri Tirai Bambu–China, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dengan mendatangi kediaman yang bersangkutan, di Jalan Sriwijaya, Gang Wakaf, Kelurahan Kotabumi Pasar, Kecamatan Kotabumi.

Foto : Ferdani
Caption 1: Muhammad Faris Azhar, mahasiswa Universitas Yangzho Polytechnic Institut Provinsi Jiangsu Kota Yangzhow – China, pulang ke Lampura, karena khawatir virus corona.

“Sejauh ini kondisinya sehat dan tidak terpapar virus corona. Namun kita sarankan selama 14 hari kedepan agar Faris dikarantina dan tidak keluar rumah dulu,” ujar Maya Metissa, diruang kerjanya, Senin (3/2).

Menurutnya, meski sudah melalui sejumlah rangkaian tes kesehatan untuk bisa sampai ke tanah air. Pihaknya tetap harus menjalankan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) seperti yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau lebih dikenal dengan nama World Health Organization (WHO). Terlebih saat ini dunia kesehatan tengah dihebohkan oleh merebaknya wabah virus corona di negara China yang menjadi pusat perhatian banyak negara.

“Hasil pemeriksaan kita, dia (Fariz) sehat. Namun untuk penanganan lebih lanjut kita lakukan obeservasi sesuai SOP. Untuk sementara yang bersangkutan disarankan membatasi kontak dengan orang banyak hingga beberapa hari kedepan. Dan selalu menggunakan masker serta istirahat yang cukup,” katanya.

Masih kata Maya, selama masa karantina dan observasi pihak nya telah meninggalkan kontak khusus tenaga medis yang bisa dihubungi bila sewaktu-waktu yang bersangkutan mengalami gejala lain terhadap kondisi kesehatannya. Tak hanya itu, guna menambah daya tahan tubuh, sejumlah vitamin dan vaksin khusus ikut diberikan terhadapnya.

“Kita mohon jangan diartikan sebagai karantina seperti di Wuhan. Maksud karantina diri itu sebagai upaya pembatasan aktifitas atas kesadaran sendiri mengurangi risiko penyebaran, Karantina itu lebih kearah jaga-jaga,” ungkapnya,(ano/her)

Selengkapnya, baca edisi cetak 4 Februari 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here