Ketua DPRD Lampura Minta Perusahaan Bantu Atasi Corona

122

KOTABUMI — Ancaman sebaran corona virus disease 2109 (Covid-19) yang tengah dihadapi Kabupaten Lampung Utara (Lampura), nampaknya belum juga menggugah hati sejumlah perusahaan-perusahaan besar di Kabupaten setempat. Betapa tidak, dari ratusan perusahaan yang beroperasinal di kabupaten setempat, faktanya baru segelintir perusahaan tercatat telah berkontribusi membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam penanggulangan corona virus.

Padahal dukungan semua pihak sangat diharapkan dalam upaya percepatan penanggulangan terhadap ancaman sebaran Covid-19.

“Bencana ini tanggung jawab kita semua. Dan akan sulit rasanya bila hanya mengandalkan pemerintah saja. Jadi saya mengetuk pintu hati pihak perusahaan-perusahaan agar membantu Pemkab Lampura dalam mengatasi situasi ini,” ujar Romli, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampura, kepada Radar Kotabumi, Minggu (26/4).

 

Menurut politisi asal Partai Demokrat itu, meski beberapa perusahaan perbankan diketahui sudah turut berpartisipasi membantu pemerintah setempat dengan memberikan sejumlah bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD). Namun, bantuan-bantuan itu dirasa masih belum mencukupi kebutuhan dalam upaya penanggulangan terhadap dampak corona. Apalagi kata dia, situasi ini masih belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Seiring berjalannya waktu, sambungnya, jumlah peralatan medis serta bantuan lain otomatis akan berkurang.

“Bantuan yang diberikan tidak akan membuat perusahaan jatuh. Jangan hanya mau mengeruk hasil dari bumi lampura saja. Apalagi bila sampai tidak ada kontribusi dan kepedulian sama sekali,” tegas Romli.

 

Mengingat kondisi pandemi corona virus banyak berdampak pada banyak sendi kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan, seluruh perusahaan yang beroperasional dalam wilayah Kabupaten tertua di Provinsi Lampung itu. Agar turut andil dalam memberikan kontribusi nyata sebagai wujud kepedulian dalam bentuk apapun. Sebab kata Romli, dari segi kehidupan sosial serta aspek ekonomi, sudah banyak masyarakat terkena imbas semenjak wabah Covid-19 melanda kabupaten berjuluk Bumi Ragem Tunas Lampung itu.

“Kondisi ini sudah berdampak pada banyak aspek kehidupan di masyarakat bawah. Sekali lagi saya mendorong perusahaan di Lampura, supaya bisa turut ambil bagian dalam mengurangi apa yang dirasakan warga. Baik itu dari segi materil ataupun bentuk lainnya termasuk sisi ekonomi,” imbuhnya.

 

Terpisah Kepala sekretariat posko terpadu Covid-19 Kabupaten Lampura, Sanny Lumi tak menampik, dari sekian banyak perusahaan besar di Lampura, pihaknya mencatat baru segelintir perusahaan yang sudah berkontrubisi dalam penanggulangan dampak Covid-19. Padahal, dukungan semua pihak khususnya perusahaan-perusahaan besar sangat berarti dalam upaya percepatan penanggulangan terhadap ancaman sebaran Corona virus disease serta dampak yang muncul ditengah kehidupan masyarakat.

“Data di posko memang ada yang sudah ikut andil memberikan bantuan. Namun jumlahnya masih dalam hitungan jari. Seperti perusahaan rokok misalnya. Sepengetahuan saya belum ada yang menyumbang ke Posko Terpadu,” pungkasnya.

 

Diketahui sejak mewabahnya virus Corona di Kabupaten Lampung Utara, cukup membuat masyarakat merasakan imbasnya. Hal itu menyebabkan Pemkab setempat berupaya keras dalam proses penanggulangan terhadap ancaman Covid-19 dan dampak yang ditimbulkan di tengah masyarakat. (ano/fer/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here