{"id":20338,"date":"2022-03-21T18:42:36","date_gmt":"2022-03-21T11:42:36","guid":{"rendered":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/?p=20338"},"modified":"2022-03-21T18:42:36","modified_gmt":"2022-03-21T11:42:36","slug":"menu-mandoti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/","title":{"rendered":"Menu Mandoti"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh : Dahlan Iskan<\/strong><\/p>\n<p>INI kafe modern. Tapi menyajikan menu Songkolo Pulu Mandoti. Saya mencicipi menu itu kemarin pagi. Usai senam dansa di Makassar. Di depan kafe itu: BEN\u2019Z Cafe. Dekat lapangan Karebosi. Bersama sebagian peserta Munas Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang lagi kumpul di Makassar.<\/p>\n<p>Itu nasi ketan. Tapi bukan ketan. Nasinya warna merah. Tapi tidak terbuat dari beras merah yang teksturnya karau.<\/p>\n<p>Bahan baku nasi di menu itu: Pulu Mandoti. Beras Mandoti. Beras khusus yang hanya tumbuh di pedalaman Sulsel: Enrekang. Bahkan tidak semua wilayah Enrekang bisa ditanami Pulu Mandoti. Hanya di Salukanan.<\/p>\n<p>Beras ini mahal sekali: satu kilogram Rp 60.000. Di pasar Makassar dijual literan. \u201cPer liter Rp 80.000,\u201d ujar Anto, pedagang beras yang saya hubungi. Sudah lebih 30 tahun Anto jualan Mandoti.<\/p>\n<p>Kesaksian saya: enak sekali. Disajikan dengan kelapa parut mirip serundeng. Juga dengan irisan-kentang-goreng-kering-kecil-kecil, sekecil gagang cabe.<\/p>\n<p>\u201cLho ini kan nasi ketan?\u201d kata saya.<\/p>\n<p>Pemilik kafe, David, buru-buru klarifikasi: \u201cIni sehat pak. Lebih sehat dari beras merah,\u201d ujarnya. Ia seperti paham atas kekhawatiran saya: perut masih kosong. Kok disuguhi makan ketan \u2013yang konon bisa bikin sakit maag.<\/p>\n<p>Saya tidak langsung percaya. Saya hubungi banyak pihak. Tapi jarang yang tahu Mandoti. Mereka juga mengaku belum pernah makan nasi Mandoti.<\/p>\n<p>\u201cUniversitas Hasanuddin sudah melakukan penelitian. Kandungan Mandoti memang lebih bagus dari beras merah,\u201d ujar Asman SE, Wakil Bupati Enrekang. \u201cKadar gulanya hampir nol,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Maka saya habiskan Mandoti itu. Benar-benar enak.<\/p>\n<p>Usai makan Mandoti saya ke Gowa. Ada bakti sosial PSMTI di Gowa: vaksinasi Covid untuk 5.000 orang. Pangdam XIV\/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhamad hadir di situ. Pangdam asli Gowa. Terlihat juga Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.<\/p>\n<p>Di acara vaksinasi itu, PSMTI menyediakan hadiah dua rumah: diundi. Juga sepeda motor dan banyak lagi.<\/p>\n<p>Di Gowa, yang sudah vaksin kedua memang baru 58 persen \u2013meski yang vaksin pertama sudah 85 persen. Dengan vaksinasi berhadiah ini Gowa bisa mencapai 63 persen. \u201cApril nanti sudah bisa 70 persen,\u201d ujar Bupati Adnan.<\/p>\n<p>Adnan masih muda sekali: 36 tahun. Ia sudah terpilih sebagai Bupati Gowa di umur 29 tahun. Sebelum itu pun Adnan sudah anggota DPRD Sulsel dua periode. Sejak umur 23 tahun.<\/p>\n<p>Postur tubuhnya tinggi, tegap. \u201cSaya dulu pemain basket,\u201d ujarnya. Tingginya 180 cm. Gelarnya doktor hukum dari Unhas. Istrinya cantik sekali, 5i: Priska Paramita. Finalis Indonesian Idol 2007. Kini punya dua anak.<\/p>\n<p>Kemarin adalah ultah perkawinannya yang ke-11.<\/p>\n<p>Adnan adalah anak kedua Bupati Gowa yang ia gantikan: Ichsan Yasin Limpo. Ayahnya itu Bupati Gowa dua periode juga. Ichsan menggantikan Syahrul Yasin Limpo, yang adalah kakak kandungnya sendiri. Syahrul juga dua periode menjabat Bupati Gowa. Setelah itu ia menjadi Gubernur Sulsel dua periode \u2013dan kini Menteri Pertanian.<\/p>\n<p>Adnan memang dipersiapkan sejak kecil untuk jadi pejabat. \u201cSejak SD saya sudah dimasukkan Pramuka. Mencapai segala tingkatan di Pramuka. Sampai ikut Jambore Nasional,\u201d katanya. Lalu diminta aktif di KNPI. Sampai jadi ketua KNPI Sulsel. Begitu lulus S-1 jadi anggota DPRD Sulsel.<\/p>\n<p>Ayahnyalah yang mendorongnya jadi calon bupati \u2013menggantikan sang ayah. Lewat jalur independen. Ia tidak kebagian \u201dkendaraan\u201d \u2013sudah habis untuk 4 pasang calon dari partai politik. Adnan hanya ditawari posisi calon wakil bupati.<\/p>\n<p>Meski diikuti lima pasang, Adnan menang satu putaran. Baru yang untuk periode kedua Adnan maju lewat partai. \u201cSaya dilamar semua partai,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Maka jadilah Adnan calon tunggal. Lawannya, kotak kosong. Ia menang 92 persen.<\/p>\n<p>Sang ayah masih sempat menyaksikan Adnan jadi bupati di periode pertama. Sang ayah lantas meninggal dunia. Di Singapura. Kanker paru. Di usia yang baru 52 tahun.<\/p>\n<p>Pesan terakhir sang ayah: berhentilah merokok. Ia dengarkan sendiri pesan terakhir itu. Adnan pun langsung berhenti merokok. Sampai sekarang.<\/p>\n<p>Dari Gowa saya berkendara ke Parepare. Bersama istri. Kangen ikan bakarnya. Dulu, dua jam sudah bisa sampai Pare-pare. Kini harus tiga jam.<\/p>\n<p>Sambil makan, saya menelepon Wakil Bupati Enrekang. Saya masih penasaran soal Mandoti. Terutama kenapa beras itu diberi nama Mandoti.<\/p>\n<p>\u201cMandoti itu bahasa Enrekang. Artinya, guna-guna. Atau hipnotis,\u201d ujar Asman, sang wakil bupati.<\/p>\n<p>Mandoti disebut Mandoti karena daya pikatnya. \u201cKalau dimasak, aroma harumnya tercium sampai jauh,\u201d ujar Asman.<\/p>\n<p>Sayangnya Mandoti tidak bisa dikembangkan. Hanya bisa ditanam di satu kecamatan saja di Enrekang. Itu pun hanya di satu hamparan tanah adat yang luasnya 3.000 hektare.<\/p>\n<p>\u201cBegitu ditanam di luar hamparan itu, hasilnya berubah,\u201d ujar Asman. \u201cDari hasil penelitian memang ada satu unsur mineral tanah yang hanya ada di situ,\u201d kata Asman.<\/p>\n<p>Hamparan itu bukan sawah. Itu sebuah lereng gunung Latimojong \u2013gunung tertinggi di Sulsel. Lahan itu di ketinggian sekitar 1.000 meter. Tidak ada irigasi teknis. Semuanya ladang tadah hujan.<\/p>\n<p>Uniknya, tanah 3.000 hektare itu milik adat. Digarap bersama dan hasilnya dibagi untuk semua warga adat. Yang bertanggung jawab atas penanaman Mandoti bergantian, sesama warga adat.<\/p>\n<p>Padi Mandoti ini konservatif sekali: 8 bulan baru bisa dipanen. Hampir tiga kali umur padi biasa.<\/p>\n<p>Di luar tanah adat itu warga masih punya tanah pertanian masing-masing. Umumnya ditanami bawang merah.<\/p>\n<p>Enrekang sebenarnya juga penghasil kopi robusta utama di Indonesia. Tapi nasibnya sial: tidak ada yang mengenal kopi Enrekang. Pun Anda. Kopi Enrekang dipasarkan dengan nama Kopi Toraja.<\/p>\n<p>Enrekang pernah ingin merebut nama baik itu. Masih gagal. Mungkin perlu Munas Kopi Mania se-Indonesia \u2013kalau sudah terbentuk. (Dahlan Iskan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Dahlan Iskan INI kafe modern. Tapi menyajikan menu Songkolo Pulu Mandoti. Saya mencicipi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-20338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menu Mandoti - Radar Kotabumi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menu Mandoti - Radar Kotabumi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Dahlan Iskan INI kafe modern. Tapi menyajikan menu Songkolo Pulu Mandoti. Saya mencicipi...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Radar Kotabumi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-21T11:42:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"783\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"522\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7\"},\"headline\":\"Menu Mandoti\",\"datePublished\":\"2022-03-21T11:42:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/\"},\"wordCount\":826,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logodw.png\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/\",\"name\":\"Menu Mandoti - Radar Kotabumi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logodw.png\",\"datePublished\":\"2022-03-21T11:42:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logodw.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logodw.png\",\"width\":783,\"height\":522},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/03\\\/21\\\/menu-mandoti\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menu Mandoti\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/\",\"name\":\"Radar Kotabumi\",\"description\":\"Bersama Membangun Lampura\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#organization\",\"name\":\"Radar Kotabumi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/logo.png\",\"width\":208,\"height\":61,\"caption\":\"Radar Kotabumi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7\",\"name\":\"Redaksi\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/author\\\/fernando\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menu Mandoti - Radar Kotabumi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menu Mandoti - Radar Kotabumi","og_description":"Oleh : Dahlan Iskan INI kafe modern. Tapi menyajikan menu Songkolo Pulu Mandoti. Saya mencicipi...","og_url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/","og_site_name":"Radar Kotabumi","article_published_time":"2022-03-21T11:42:36+00:00","og_image":[{"width":783,"height":522,"url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/person\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7"},"headline":"Menu Mandoti","datePublished":"2022-03-21T11:42:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/"},"wordCount":826,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/","name":"Menu Mandoti - Radar Kotabumi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","datePublished":"2022-03-21T11:42:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/#primaryimage","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","contentUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","width":783,"height":522},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/03\/21\/menu-mandoti\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menu Mandoti"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#website","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/","name":"Radar Kotabumi","description":"Bersama Membangun Lampura","publisher":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#organization","name":"Radar Kotabumi","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/logo.png","contentUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/logo.png","width":208,"height":61,"caption":"Radar Kotabumi"},"image":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/person\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7","name":"Redaksi","sameAs":["http:\/\/radarkotabumi.co.id"],"url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/author\/fernando\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20338"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20339,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20338\/revisions\/20339"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}