{"id":20806,"date":"2022-04-18T18:49:54","date_gmt":"2022-04-18T11:49:54","guid":{"rendered":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/?p=20806"},"modified":"2022-04-18T18:49:54","modified_gmt":"2022-04-18T11:49:54","slug":"sodiq-amin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/","title":{"rendered":"Sodiq Amin"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Dahlan Iskan<\/strong><\/p>\n<p>SRI LANKA kini diibaratkan kapal yang sedang tenggelam. Sedang Pakistan sudah berusaha tetap mengapung.<\/p>\n<p>Sudah diputuskan: Sri Lanka tidak bisa membayar utang. Sabtu lalu. Terserah mau diapakan.<\/p>\n<p>Perdagangan saham pun dihentikan. Seminggu dulu \u2013entah bagaimana selanjutnya. Saham itu, kalau tidak distop, pasti rontok.<\/p>\n<p>Listrik di sana sudah byar-pet. Parah. Tidak tertahankan. Bensin dan solar juga harus diantre. Bahan makanan tidak cukup. Devisa untuk impor pun tidak ada.<\/p>\n<p>Benar-benar seperti kapal mau tenggelam.<\/p>\n<p>Kita aman. Mestinya. Ekspor kita terbesar dalam sejarah \u2013devisa kita tertinggi sejak 1945. Ekspor sawit, batu bara dan nikel mencapai kejayaannya: terima kasih Rusia?<\/p>\n<p>Sedang ekonomi Sri Lanka sekarang ini yang terburuk. Dalam sejarahnya sebagai negara merdeka. Terburuk sejak 1948.<\/p>\n<p>Tiongkok tidak bisa lagi diutangi. Juga India. Itulah sikap dua pemberi utang terbesar Sri Lanka.<\/p>\n<p>Sejak dua tahun lalu Tiongkok dan India sudah mengerem ekspansi keuangannya. Mereka sudah melihat tidak ada lagi kemampuan Sri Lanka untuk membayar utang.<\/p>\n<p>Tiongkok justru menyarankan agar Sri Lanka \u2013juga Pakistan\u2013 untuk kembali ke IMF. Mereka adalah anggota IMF \u2013dan IMF wajib menolong anggotanya.<\/p>\n<p>Tapi Anda sudah tahu: prosedur di IMF sangat panjang. Dan rumit. Dan harus prudent. Tidak mungkin IMF bisa mengucurkan dana mendadak.<\/p>\n<p>Padahal istana presiden Sri Lanka sudah dikepung pendemo. Sudah lebih satu minggu. Tuntutan mereka kian keras: Presiden Gota Rajapaksa harus mundur.<\/p>\n<p>Di Pakistan lebih baik. Militer kian terlihat pendukung Perdana Menteri Baru Shehbaz Sharif.<\/p>\n<p>Pemimpin baru itu sudah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM. Juga menahan kenaikan tarif listrik \u2013bahkan akan menurunkannya.<\/p>\n<p>Putra sulung Sang Perdana Menteri justru menyusul terpilih sebagai Gubernur Punjab. Pekan lalu. Itulah provinsi terpenting di Pakistan.<\/p>\n<p>Konsolidasi keluarga Sharif kelihatannya terus dilakukan. Tinggal mantan Perdana Menteri Imran Khan yang masih terus berusaha memojokkan Sharif.<\/p>\n<p>Imran begitu marah dengan pengkhianatan di partainya. Yang membuat ia sampai kehilangan jabatan.<\/p>\n<p>Memang tidak ada istilah dagang sapi di perpolitikan Pakistan. Tapi ada dagang kuda \u2013istilah yang sama dengan di Eropa.<\/p>\n<p>Juga tidak ada istilah loncat pagar di sana. Tapi ada &#8221;pelintas lantai&#8221;.<\/p>\n<p>Pedagang kuda dan pelintas lantai itu disebut Imran sebagai bukan orang yang sodiq dan amin. Dua istilah itu, di Indonesia, sering diucapkan sebagai &#8221;sodiq dan amanah&#8221;.<\/p>\n<p>Intinya: politisi yang seperti itu tidak bisa dipercaya. Menurut Imran mereka harus dilarang jadi anggota DPR. Seumur hidup. Mereka dianggap melanggar keterwakilan seperti yang dimaksudkan konstitusi. Mereka melanggar konstitusi.<\/p>\n<p>Begitulah inti surat yang dikirim kuasa hukum mantan perdana menteri Imran Khan. Surat itu ditujukan ke Mahkamah Agung. Tindasannya ke banyak pihak. Termasuk ke pemerintahan baru Pakistan yang menggantikannya.<\/p>\n<p>Imran menghendaki agar MA mengeluarkan putusan: mencabut hak politik mereka yang tidak sodiq dan amanah itu. Agar tidak bisa dipilih lagi sebagai anggota DPR. Seumur hidup mereka.<\/p>\n<p>Itu menunjukkan betapa jengkel Imran atas pengkhianatan anggota DPR dari partainya. Yang menyeberang dari lantai pemerintah ke lantai oposisi.<\/p>\n<p>Memang tidak ada pagar yang memisahkan antara tempat duduk kedua blok itu. Mudah. Tinggal menyeberang begitu saja. Justru akibatnya yang sulit \u2013bagi Imran Khan: ia jatuh dari kursi pusat kekuasaan.<\/p>\n<p>Di Amerika yang seperti itu biasa. Terang-terangan. Pun pekan lalu. Beberapa anggota Senat dari Partai Republik memilih Ketanji Brown Jackson sebagai hakim agung yang baru. Padahal kebijakan Partai Republik jelas: jangan pilih dia.<\/p>\n<p>Dia dicalonkan oleh Presiden Joe Biden. Dia adalah wanita kulit hitam pertama yang menjadi calon hakim agung.<\/p>\n<p>Di AS, Hakim Agung itu jabatan seumur hidup. Beranggotakan 9 hakim agung. Mereka hanya bisa kehilangan jabatan kalau meninggal dunia. Atau mengundurkan diri.<\/p>\n<p>Ketanji Brown, 51 tahun, lulusan Harvard University yang top itu. Kelulusannyi pun summa cum laude. Suaminyi kulit putih. Dua anaknyi punya kulit seperti bapak mereka.<\/p>\n<p>Akibat pembelotan tiga anggota Senat dari Republik itu Ketanji menjadi sejarah 233 tahun Amerika. Wanita kulit hitam pertama terpilih sebagai hakim agung.<\/p>\n<p>Di Pakistan yang membelot itu 24 orang. Cara membelotnya pun dramatik. Mereka tidak hanya menyeberangi lantai. Mereka juga menyeberangi jalan. Berhari-hari mereka bersembunyi di suatu tempat. Tidak jauh dari &#8221;perumahan&#8221; DPR. Alasan mereka: untuk menyelamatkan diri dari ancaman.<\/p>\n<p>Tempat persembunyian mereka itu yang jadi masalah: di Sindh House. Itu mirip hotel bintang lima. Bagus. Mewah. Dengan halaman yang luas. Perbukitan di belakangnya. Secara hongsui itu membawa hoki: bersandar ke gunung, memandang ngarai yang luas.<\/p>\n<p>Dari namanya saja Anda sudah tahu: &#8221;hotel&#8221; itu milik Pemda Provinsi Sindh. Itulah provinsi terpenting kedua di Pakistan. Pejabat-pejabat dari Sindh tinggal di situ \u2013kalau lagi ada urusan di ibu kota Islamabad.<\/p>\n<p>Pemda Sindh perlu membangun itu karena, sebagai IKN baru, kala itu, Islamabad dianggap belum punya hotel yang memadai.<\/p>\n<p>Provinsi Sindh selalu dikuasai PPP \u2013partainya keluarga Bhutto yang ikut menggulingkan Imran.<\/p>\n<p>Perdana Menteri Zulfikar Ali Bhutto memang orang Sindh. Meninggal digantung. Benazir Bhutto, anaknya, yang juga pernah menjabat perdana menteri, meninggal ditembak.<\/p>\n<p>Ketika itu Zardari Bhutto yang masih 17 tahun diangkat jadi ketua partai. Ia menggantikan Sang Ibu. Sampai sekarang. Kini Zardari umur 30 tahun. Jadi anggota DPR.<\/p>\n<p>Mungkin karena masih merasa terlalu muda, Zardari tidak bersaing untuk merebut kursi perdana menteri. Ia pilih mendukung Shehbaz Sharif dari Punjab.<\/p>\n<p>Provinsi Punjab selalu dikuasai partai PMN-N milik keluarga Nawaz Sharif.<\/p>\n<p>Imran tidak mendapat tempat di dua provinsi utama itu. Ia orang Pashtun, meski lahir di Lahore, ibu kota Punjab.<\/p>\n<p>Waktu Imran jadi anggota DPR dapilnya memang Mianwali, masih masuk Punjab, tapi distrik ini di perbatasan Boluchistan \u2013provinsi miskin yang suku Pashtunnya dominan.<\/p>\n<p>Maka di Pakistan itu, Sindh milik Bhutto. Punjab milik Sharif. Dan Imran hanya mungkin kebagian tempat di Balochistan. Tragisnya, yang kemarin la shodiqon wala aminan itu justru dari sana.<\/p>\n<p>Masih ada satu provinsi lagi di Pakistan. Terlalu kecil untuk jadi basis politik: Khyber.<\/p>\n<p>Bahwa mereka bersembunyi di Sindh House &#8211; -dalam istilah politik di Indonesia disebut &#8221;dikarantina&#8221;\u2013 itulah yang mencurigakan: mereka pasti telah dibeli. Atau dipaksa. Agar Imran jatuh.<\/p>\n<p>Tentu, waktu itu, wartawan mengejar mereka ke tempat persembunyian itu. &#8220;Memangnya kami ini anak-anak kok bisa dipaksa,&#8221; kata mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Apakah kalian akan memberikan suara ke blok oposisi?&#8221; tanya wartawan Pakistan saat itu.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan memberikan suara sesuai hati nurani,&#8221; jawab mereka, diplomatis.<\/p>\n<p>Jarak antara perumahan parlemen dan Sindh House itu hanya 2 km. Kota Islamabad memang tidak besar \u2013sengaja dibangun hanya untuk ibukota baru. Lokasinya sedikit di luar kota Rawalpindi \u2013ibukota lama.<\/p>\n<p>Waktu itu pengikut Imran pun tahu di mana pembelot itu bersembunyi. Masa Imran berusaha mendatanginya. Tidak bisa masuk. Hanya bisa teriak-teriak di luar pagar. Sambil menendang-nendang bagian yang kuat -agar tidak terjadi kerusakan yang bisa menjerat mereka.<\/p>\n<p>Akankah MA mengabulkan permintaan Imran Khan itu?<\/p>\n<p>Rasanya sulit. Mesti mereka diusung partai, tapi rakyat memilih mereka sebagai perorangan. Berdasar suara terbanyak pula. Tidak seperti zaman Orde Baru: mencoblos tanda gambar partai.<\/p>\n<p>Imran seperti salah langkah berkali-kali. Ia memang membuat langkah baru untuk memperbaiki kesalahan langkah lama tapi justru menambah kesalahan.<\/p>\n<p>Misalnya ini: anggota DPR dari partainya tidak hanya disuruh WO. Yakni di pemungutan suara untuk menjatuhkan dirinya. Imran sekaligus minta mereka untuk mengundurkan diri dari keanggotaan DPR.<\/p>\n<p>Melihat langkah itu, partai oposisi \u2013sekarang menjadi partai pemerintah\u2013 tentu cuek bebek. Justru bersyukur. Maka pemerintahan Shehbaz Sharif sekarang ini tanpa oposisi sama sekali.<\/p>\n<p>Itu belum pernah terjadi.<\/p>\n<p>Sri Lanka dan Pakistan sama-sama bekas jajahan Inggris. Dengan warisan demokrasinya yang kuat. Tapi belum pernah ada partai yang benar-benar bisa menguasai parlemen. Pemerintahan pun begitu rentan. Sepanjang masa.(Dahlan Iskan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dahlan Iskan SRI LANKA kini diibaratkan kapal yang sedang tenggelam. Sedang Pakistan sudah berusaha&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-20806","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sodiq Amin - Radar Kotabumi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sodiq Amin - Radar Kotabumi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Dahlan Iskan SRI LANKA kini diibaratkan kapal yang sedang tenggelam. Sedang Pakistan sudah berusaha...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Radar Kotabumi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-18T11:49:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"783\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"522\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7\"},\"headline\":\"Sodiq Amin\",\"datePublished\":\"2022-04-18T11:49:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/\"},\"wordCount\":1171,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logodw.png\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/\",\"name\":\"Sodiq Amin - Radar Kotabumi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logodw.png\",\"datePublished\":\"2022-04-18T11:49:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logodw.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logodw.png\",\"width\":783,\"height\":522},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2022\\\/04\\\/18\\\/sodiq-amin\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sodiq Amin\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/\",\"name\":\"Radar Kotabumi\",\"description\":\"Bersama Membangun Lampura\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#organization\",\"name\":\"Radar Kotabumi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/logo.png\",\"width\":208,\"height\":61,\"caption\":\"Radar Kotabumi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7\",\"name\":\"Redaksi\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/author\\\/fernando\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sodiq Amin - Radar Kotabumi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sodiq Amin - Radar Kotabumi","og_description":"Oleh: Dahlan Iskan SRI LANKA kini diibaratkan kapal yang sedang tenggelam. Sedang Pakistan sudah berusaha...","og_url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/","og_site_name":"Radar Kotabumi","article_published_time":"2022-04-18T11:49:54+00:00","og_image":[{"width":783,"height":522,"url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/person\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7"},"headline":"Sodiq Amin","datePublished":"2022-04-18T11:49:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/"},"wordCount":1171,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/","name":"Sodiq Amin - Radar Kotabumi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","datePublished":"2022-04-18T11:49:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/#primaryimage","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","contentUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logodw.png","width":783,"height":522},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2022\/04\/18\/sodiq-amin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sodiq Amin"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#website","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/","name":"Radar Kotabumi","description":"Bersama Membangun Lampura","publisher":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#organization","name":"Radar Kotabumi","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/logo.png","contentUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/logo.png","width":208,"height":61,"caption":"Radar Kotabumi"},"image":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/person\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7","name":"Redaksi","sameAs":["http:\/\/radarkotabumi.co.id"],"url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/author\/fernando\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20806"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20806\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20807,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20806\/revisions\/20807"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}