{"id":2965,"date":"2018-06-04T21:21:14","date_gmt":"2018-06-04T14:21:14","guid":{"rendered":"http:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/?p=2965"},"modified":"2018-06-04T21:21:14","modified_gmt":"2018-06-04T14:21:14","slug":"keagungan-puasa-ramadhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/","title":{"rendered":"Keagungan Puasa Ramadhan"},"content":{"rendered":"<p>Oleh\u00a0\u00a0\u00a0 : Drs.H.M.Munzir, M.H.I ( Ketua STAI NU Kotabumi Lampung)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>\u201cDan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada dengan menunaikan kewajiban yang Aku bebankan kepadanya\u2026\u201d<\/em><\/p>\n<p><strong>Kewajiban Bagi Kaum yang Beriman<\/strong><\/p>\n<p>Allah ta\u2019ala berfirman yang artnya :<\/p>\n<p><em>\u00a0\u201cHai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.\u201d<\/em> (Qs. Al-Baqarah [2]: 183)<\/p>\n<p>Ibnu Utsaimin <em>rahimahullah<\/em> mengatakan, \u201cPuasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam. Inilah kedudukannya (yang mulia) di dalam agama Islam. Hukumnya adalah wajib berdasarkan ijma\u2019\/kesepakatan kaum muslimin karena Al-Kitab dan As-Sunnah menunjukkan demikian.\u201d (<em>Syarh Riyadhush Shalihin<\/em>, 3\/380)<\/p>\n<p>Ketika menjelaskan ayat di atas beliau mengatakan, \u201cAllah mengarahkan pembicaraannya (di dalam ayat ini, pen) kepada orang-orang yang beriman. Sebab puasa Ramadhan merupakan bagian dari konsekuensi keimanan. Dan dengan menjalankan puasa Ramadhan akan bertambah sempurna keimanan seseorang. Dan juga karena dengan meninggalkan puasa Ramadhan akan mengurangi keimanan. Para ulama berbeda pendapat mengenai orang yang meninggalkan puasa karena meremehkannya atau malas, apakah dia kafir atau tidak? Namun pendapat yang benar menyatakan bahwa orang ini tidak kafir. Sebab tidaklah seseorang dikafirkan karena meninggalkan salah satu rukun Islam selain dua kalimat syahadat dan shalat.\u201d (<em>Syarh Riyadhush Shalihin<\/em>, 3\/380-381)<\/p>\n<p>Menunaikan kewajiban merupakan ibadah yang sangat utama, karena kewajiban merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah. Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersabda membawakan firman Allah ta\u2019ala (dalam hadits qudsi),<\/p>\n<p><strong>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a \u0628\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0623\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cDan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada dengan menunaikan kewajiban yang Aku bebankan kepadanya\u2026\u201d<\/em> (HR. Bukhari [6502] dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu\u2019anhu<\/em>)<\/p>\n<p>An-Nawawi mengatakan, \u201cDi dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa mengerjakan kewajiban lebih utama daripada mengerjakan amalan yang sunnah.\u201d (<em>Syarh Arba\u2019in li An-Nawawi<\/em> yang dicetak dalam Ad-Durrah As-Salafiyah, hal. 265)<\/p>\n<p>Syaikh As-Sa\u2019di juga mengatakan, \u201cDi dalam hadits ini terdapat pokok yang sangat agung yaitu kewajiban harus didahulukan sebelum perkara-perkara yang sunnah. Dan ia juga menunjukkan bahwa amal yang wajib itu lebih dicintai Allah dan lebih banyak pahalanya.\u201d (<em>Bahjat Al-Qulub Al-Abrar<\/em>, hal. 116)<\/p>\n<p>Al-Hafizh mengatakan, \u201cDari sini dapat dipetik pelajaran bahwasanya menunaikan kewajiban-kewajiban merupakan amal yang paling dicintai oleh Allah.\u201d (<em>Fath Al-Bari<\/em>, 11\/388)<\/p>\n<p>Syaikh Prof. Dr. Ibrahim Ar-Ruhaili <em>hafizhahullah<\/em> mengatakan, \u201cAmal-amal wajib lebih utama daripada amal-amal sunnah. Menunaikan amal yang wajib lebih dicintai Allah daripada menunaikan amal yang sunnah. Ini merupakan pokok agung dalam ajaran agama yang ditunjukkan oleh dalil-dalil syari\u2019at dan ditetapkan pula oleh para ulama salaf.\u201d Kemudian beliau menyebutkan hadits di atas. Setelah itu beliau mengatakan, \u201cMaka hadits ini memberikan penunjukan yang sangat gamblang bahwa amal-amal wajib lebih mulia dan lebih dicintai Allah daripada amal-amal sunnah.\u201d Kemudian beliau menukil ucapan Al-Hafizh Ibnu Hajar di atas (lihat <em>Tajrid Al-Ittiba\u2019 fi Bayan Tafadhul Al-A\u2019maal<\/em>, hal. 34)<\/p>\n<p><strong>KEUTAMAAN SHAUM<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cDemi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada harumnya minyak kasturi\u2026\u201d <\/em><\/p>\n<p>Menghapuskan Dosa-Dosa<\/p>\n<p>Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersabda,<\/p>\n<p><strong>\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0645\u064e \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0652\u062a\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u063a\u064f\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0630\u064e\u0646\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cBarangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.\u201d<\/em> (HR. Bukhari [38, 1901, 2014] dan Muslim [760] dari sahabat Abu Hurairah <em>radhiyallahu\u2019anhu<\/em>)<\/p>\n<p>Yang dimaksud dengan iman di sini adalah meyakini wajibnya puasa yang dia lakukan. Sedangkan yang dimaksud dengan mengharapkan pahala\/ihtisab adalah keinginan mendapatkan balasan pahala dari Allah ta\u2019ala (<em>Fath Al-Bari<\/em>, 4\/136)<\/p>\n<p>An-Nawawi mengatakan bahwa pendapat yang populer di kalangan para ulama ahli fikih menyatakan bahwa dosa-dosa yang terampuni dengan melakukan puasa Ramadhan itu adalah dosa-dosa kecil bukan dosa-dosa besar (lihat Al-Minhaj, 4\/76). Hal itu sebagaimana tercantum dalam hadits Abu Hurairah <em>radhiyallahu\u2019anhu<\/em> bahwa Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersabda,<\/p>\n<p><strong>\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0645\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0645\u0652\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cShalat lima waktu. Ibadah Jum\u2019at yang satu dengan ibadah jum\u2019at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.\u201d<\/em> (HR. Muslim [233])<\/p>\n<p>Ibnu Hajar mengatakan, \u201cZahir hadits ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini lebih luas daripada dosa kecil maupun dosa besar. Akan tetapi Ibnu Baththal mengatakan, \u2018Dari hadits ini diambil kesimpulan bahwa yang dimaksudkan adalah khusus dosa-dosa kecil saja, sebab Nabi menyerupakan dosa itu dengan kotoran yang menempel di tubuh. Sedangkan kotoran yang menempel di tubuh jelas lebih kecil ukurannya dibandingkan dengan bekas luka ataupun kotoran-kotoran manusia.&#8217;\u201d<\/p>\n<p>Meskipun demikian, Ibnu Hajar membantah ucapan Ibnu Baththal ini dengan menyatakan bahwa yang dimaksud oleh hadits bukanlah kotoran ringan yang sekedar menempel di badan, namun yang dimaksudkan adalah kotoran berat yang benar-benar sudah melekat di badan. Penafsiran ini didukung oleh bunyi riwayat lainnya yang dibawakan oleh Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dari hadits Abu Sa\u2019id Al-Khudri dengan sanad <em>la ba\u2019sa bihi<\/em> yang secara tegas menyebutkan hal itu.<\/p>\n<p>Oleh sebab itulah Al-Qurthubi mengatakan, \u201cZahir hadits ini menunjukkan bahwa melakukan shalat lima waktu itulah yang menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa, akan tetapi makna ini janggal. Namun terdapat hadits lain yang diriwayatkan sebelumnya oleh Muslim dari penuturan Al-Alla\u2019 dari Abu Hurairah secara marfu\u2019 Nabi bersabda, \u2018Shalat yang lima waktu adalah penghapus dosa di antara shalat-shalat tersebut selama dosa-dosa besar dijauhi.\u2019 Berdasarkan dalil yang muqayyad (khusus) ini maka hadits lain yang muthlaq (umum) harus diartikan kepada makna ini.\u201d (lihat <em>Fath Al-Bari<\/em>, 2\/15)<\/p>\n<p>Hadits-hadits yang menyebutkan tentang penghapusan dosa karena amal kebaikan di atas sesuai dengan kandungan firman Allah ta\u2019ala,<\/p>\n<p>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya amal-amal kebaikan itu akan menghapuskan dosa-dosa.\u201d<\/em> (Qs. Huud [11]: 114)<\/p>\n<p>Ibnu Katsir mengatakan, \u201cAllah menyatakan bahwa mengerjakan amal-amal kebaikan akan dapat menghapuskan dosa-dosa di masa silam\u2026\u201d (<em>Tafsir Al-Qur\u2019an Al-\u2018Azhim<\/em>, 4\/247). Syaikh As-Sa\u2019di menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan dosa-dosa di dalam ayat di atas adalah dosa-dosa kecil (<em>Taisir Al-Karim Ar-Rahman<\/em>, hal. 391)<\/p>\n<p>Sebagaimana Allah juga menjadikan tindakan menjauhi dosa-dosa besar sebagai sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil. Allah berfirman yang artinya<\/p>\n<p><em>\u201cJika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang kepada kalian niscaya Kami akan menghapuskan dosa-dosa kecil kalian dan Kami akan memasukkan kalian ke dalam tempat yang mulia (surga).\u201d<\/em> (Qs. An-Nisaa\u2019 [4]: 31)<\/p>\n<p>Syaikh As-Sa\u2019di menjelaskan bahwa definisi yang paling tepat untuk dosa besar adalah segala bentuk pelanggaran yang diberi ancaman hukuman khusus (hadd) di dunia atau ancaman hukuman tertentu di akhirat atau ditiadakan status keimanannya atau timbulnya laknat karenanya atau Allah murka kepadanya (<em>Taisir Al-Karim Ar-Rahman<\/em>, hal. 176).<\/p>\n<p>Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan ucapan Ibnu Abbas mengenai firman Allah di atas. Ibnu Abbas mengatakan, \u201cDosa besar adalah segala bentuk dosa yang berujung dengan ancaman neraka, kemurkaan, laknat, atau adzab.\u201d (HR. Ibnu Jarir, disebutkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya, 2\/202)<\/p>\n<p>Ibnu Abi Hatim menuturkan: Abu Zur\u2019ah menuturkan kepada kami: Utsman bin Syaibah menuturkan kepada kami: Jarir menuturkan kepada kami riwayat dari Mughirah. Dia (Mughirah) mengatakan, <em>\u201cTindakan mencela Abu Bakar dan Umar radhiyallahu\u2019anhuma juga termasuk dosa besar.\u201d<\/em> Ibnu Katsir mengatakan, <em>\u201cSekelompok ulama bahkan berpendapat kafirnya orang yang mencela Sahabat, ini merupakan pendapat yang diriwayatkan dari Malik bin Anas rahimahullah.\u201d<\/em> Muhammad bin Sirin mengatakan, <em>\u201cAku tidaklah mengira bahwa ada seorang pun yang menjatuhkan nama Abu Bakar dan Umar sementara dia adalah orang yang mencintai Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam.\u201d<\/em> (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi). (lihat keterangan ini dalam<em> Tafsir Al-Qur\u2019an Al-\u2018Azhim<\/em>, 2\/203)<\/p>\n<p>Qatadah mengatakan tentang makna ayat di atas, \u201cAllah hanya menjanjikan ampunan bagi orang yang menjauhi dosa-dosa besar.\u201d (<em>Tafsir Al-Qur\u2019an Al-\u2018Azhim<\/em>, 2\/203)<\/p>\n<p>Termasuk bagian dari menjauhi dosa besar ialah dengan senantiasa menunaikan kewajiban yang apabila ditinggalkan maka pelakunya terjerumus dalam dosa besar seperti halnya meninggalkan shalat, meninggalkan shalat Jum\u2019at, atau meninggalkan puasa Ramadhan (<em>Taisir Al-Karim Ar-Rahman<\/em>, hal. 176)<\/p>\n<p><strong>Memasukkan ke Dalam Surga<\/strong><\/p>\n<p>Thalhah bin Ubaidillah <em>radhiyallahu\u2019anhu<\/em> menceritakan bahwa suatu ketika ada seorang lelaki badui datang menemui Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> dalam keadaan rambutnya acak-acakan. Dia mengatakan,<\/p>\n<p><em>\u201cWahai Rasulullah. Beritahukan kepadaku tentang shalat yang Allah wajibkan untuk kukerjakan?\u201d<\/em><\/p>\n<p>Beliau menjawab,<br \/>\n<em>\u201cShalat lima waktu, kecuali kalau kamu mau menambahnya dengan shalat sunnah.\u201d <\/em><\/p>\n<p>Lalu dia berkata,<br \/>\n<em>\u201cBeritahukan kepadaku puasa yang Allah wajibkan untukku?\u201d<\/em><\/p>\n<p>Beliau menjawab,<br \/>\n<em>\u201cPuasa di bulan Ramadhan, kecuali kalau kamu mau menambah dengan puasa sunnah.\u201d <\/em><\/p>\n<p>Lalu dia berkata,<br \/>\n<em>\u201cBeritahukan kepadaku zakat yang Allah wajibkan untukku.\u201d <\/em><\/p>\n<p>Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> pun memberitahukan kepadanya syari\u2019at-syari\u2019at Islam. Orang itu lalu mengatakan, <em>\u201cDemi Dzat yang telah memuliakan anda dengan kebenaran. Aku tidak akan menambah sama sekali, dan aku juga tidak akan menguranginya barang sedikitpun dari kewajiban yang Allah bebankan kepadaku.\u201d <\/em><\/p>\n<p>Maka Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> pun bersabda,<br \/>\n<em>\u201cDia beruntung jika dia memang jujur.\u201d <\/em><\/p>\n<p>Atau beliau mengatakan,<br \/>\n<em>\u201cDia akan masuk surga jika dia benar-benar jujur\/konsekuen dengan ucapannya itu.\u201d<\/em> (HR. Bukhari [46, 1891, 2678, dan 9656] dan Muslim [11]).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh\u00a0\u00a0\u00a0 : Drs.H.M.Munzir, M.H.I ( Ketua STAI NU Kotabumi Lampung) &nbsp; \u201cDan tidaklah hamba-Ku mendekatkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-2965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Keagungan Puasa Ramadhan - Radar Kotabumi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keagungan Puasa Ramadhan - Radar Kotabumi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh\u00a0\u00a0\u00a0 : Drs.H.M.Munzir, M.H.I ( Ketua STAI NU Kotabumi Lampung) &nbsp; \u201cDan tidaklah hamba-Ku mendekatkan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Radar Kotabumi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-06-04T14:21:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/MUNZIR.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"279\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"279\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7\"},\"headline\":\"Keagungan Puasa Ramadhan\",\"datePublished\":\"2018-06-04T14:21:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/\"},\"wordCount\":1356,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/05\\\/MUNZIR.jpg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/\",\"name\":\"Keagungan Puasa Ramadhan - Radar Kotabumi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/05\\\/MUNZIR.jpg\",\"datePublished\":\"2018-06-04T14:21:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/05\\\/MUNZIR.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/05\\\/MUNZIR.jpg\",\"width\":279,\"height\":279},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/2018\\\/06\\\/04\\\/keagungan-puasa-ramadhan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Keagungan Puasa Ramadhan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/\",\"name\":\"Radar Kotabumi\",\"description\":\"Bersama Membangun Lampura\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#organization\",\"name\":\"Radar Kotabumi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/logo.png\",\"width\":208,\"height\":61,\"caption\":\"Radar Kotabumi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7\",\"name\":\"Redaksi\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/radarkotabumi.co.id\\\/read\\\/author\\\/fernando\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keagungan Puasa Ramadhan - Radar Kotabumi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Keagungan Puasa Ramadhan - Radar Kotabumi","og_description":"Oleh\u00a0\u00a0\u00a0 : Drs.H.M.Munzir, M.H.I ( Ketua STAI NU Kotabumi Lampung) &nbsp; \u201cDan tidaklah hamba-Ku mendekatkan...","og_url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/","og_site_name":"Radar Kotabumi","article_published_time":"2018-06-04T14:21:14+00:00","og_image":[{"width":279,"height":279,"url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/MUNZIR.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/person\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7"},"headline":"Keagungan Puasa Ramadhan","datePublished":"2018-06-04T14:21:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/"},"wordCount":1356,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/MUNZIR.jpg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/","name":"Keagungan Puasa Ramadhan - Radar Kotabumi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/MUNZIR.jpg","datePublished":"2018-06-04T14:21:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/#primaryimage","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/MUNZIR.jpg","contentUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/MUNZIR.jpg","width":279,"height":279},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/2018\/06\/04\/keagungan-puasa-ramadhan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keagungan Puasa Ramadhan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#website","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/","name":"Radar Kotabumi","description":"Bersama Membangun Lampura","publisher":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#organization","name":"Radar Kotabumi","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/logo.png","contentUrl":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/logo.png","width":208,"height":61,"caption":"Radar Kotabumi"},"image":{"@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/#\/schema\/person\/4ce38f2322afa55e7ced4575efdb81f7","name":"Redaksi","sameAs":["http:\/\/radarkotabumi.co.id"],"url":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/author\/fernando\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2965"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2966,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2965\/revisions\/2966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkotabumi.co.id\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}