Ramadan Merupakan Keseimbangan Hidup

24

Oleh : Hi. Sofyan SP.M.M (Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara)

 

Ramadan adalah bulan berkah, bulan sejuta hikmah, dan bulan kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Ramadan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadan merupakan bulan santunan, bulan yang di mana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya.
Ramadan adalah bulan yang agung (syahrul azhim) Azhim adalah nama dan sifat Allah. Namun, juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Ramadhan mulia dan agung, karena Allah sendiri telah mengagungkan dan memuliakannya.
Ramadan merupakan Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan bermanfaat. Detik demi detik, waktu yang berjalan pada bulan suci ini, ia bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Karena semuanya diberkahi dan amal ibadahnya dilipatgandakan.
Pada bulan Ramadan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari lima rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa).
Di bulan Ramadan sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk saling bederma, berkasih sayang dengan sesamanya yang keadaannya jauh memprihatinkan daripada kita.
Bulan Ramadhan juga melatih jiwa Muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual, dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga.
Ramadhan adalah keseimbangan hidup yang menimbulkan ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan lewat suatu kebersamaan yang indah. Di bulan Ramadhan kita diajarkan hidup seimbang, antara pekerjaan untuk kepentingan duniawi dan ibadah untuk kepentingan ukhrowi. Hal ini pula yang seringkali menyadarkan diri bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini adalah untuk senantiasa beribadah kepada Sang Khalik.
Kebersamaan yang tercipta selama bulan Ramadhan boleh jadi sangat sempurna. Pasalnya, jika pada hari-hari biasa, untuk bersama dengan keluarga seringkali harus dengan memperhitungkan jadwal dan beban pekerjaan, maka pada Ramadhan, tidak ada kompromi apapun untuk mengumpulkan keluarga dalam berbagai aktivitas, semuanya terjadi dengan sendirinya. Kebersamaan sejak mempersiapkan sahur, iftar, dan berjalan ke mesjid penuh rasa gembira untuk melaksanakan shalat tarawih dan subuh, merupakan anugerah indah yang mungkin tidak didapatkan pada bulan selain Ramadhan. (*)
Wallahualam bi sawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here