Sholat di Raudhoh dan Ziarah Kemakam Nabi Muhammad SAW

26

Laporan : Desyadi, SH.MM (Kepala BPKAD Lampura)

Salah satu tempat yang istimewa di Madinah adalah satu tempat yang berada di dalam komplek Masjid Nabawi yang dinamakan dengan Raudhah, yaitu tempat yang berada di antara mimbar masjid dan makam nabi Muhammad SAW. Sabda beliau, “Tempat di antara kubur dan mimbarku ini adalah Raudhah (taman) di antara taman-taman surga”.  Setiap peziarah yang datang ke Madinah selalu berusaha untuk bisa beribadah di Raudhoh yang diberi karpet berwarna hijau

Karenanya ketika dapat sholat sunah ditempat tersebut, sebuah kebahagiaan tersendiri yang tidak dapat dilukiskan.  Perasaan itulah yang  ada dalam diri saya ketika diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat melaksanakan sholat sunnah disana. Usai sholat subuh saya melaksanakan sholat sunah di raudoh dan ziarah ke makam Rasulullah Muhammad SAW.  Meskipun untuk melaksanakan itu saya  harus mengantri satu setengah jam lamanya. Namun  semua itu terbayar dengan sangat indah mana kala bisa langsung melaksanakan sholat ditempat antara rumah dan tempat sholat Rosulullah.

Kemudian saya juga berkesempatan berziarah di makam Nabi Muhammad SAW yang berada di dalam komplek Masjid Nabawi. Makam rosulullah bersebelahan dengan makam sahabat Abu Bakar Sidiq dan Makam Umar Bin Khotob.

Ketika berziarah ke makam Nabi Saw., harus memperhatikan adab yang benar agar mendapat pahala dan kebaikan dari Allah. Dalam kitab Almajmu Syarh Almuhadzdzab, Imam Nawawi menyebutkan beberapa adab yang disunahkan saat berziarah ke makam Nabi Saw, diantaranya  memperbanyak membaca salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. saat menuju ke makam. Kemudian berdoa kepada Allah agar ziarahnya bermanfaat dan diterima oleh-Nya.  Lalu mandi sebelum masuk makam Nabi SAW. dan memakai baju yang paling bersih.  Juga  menghadirkan hati atas kemuliaan kota Madinah dan bahwa Madinah adalah tempat paling utama setelah Makkah.

Berziarah ke Madinah sebenarnya bukan termasuk dalam rangkaian kegiatan ibadah haji. Mereka yang hanya melaksanakan kegiatan haji di Makkah, lalu pulang dan tidak pergi ke Madinah, ibadah hajinya tetap sah.

Dalam tata cara manasik haji, semua kegiatan ibadah haji mengambil tempat di Makkah dan sekitarnya. Mulai dari thawaf, sai, wukuf, bermalam(mabit) maupun melempar jumrah. Tidak ada satu aktivitas pun yang mengambil tempat di Madinah.

Namun Tinggal selama 8 hari di Madinah sayang jika dilewati begitu saja.  Ada banyak tempat sejarah dan tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT disana. Tempat yang teramat mahal untuk dilewatkan begitu saja oleh para jamaah haji. Bahkan secara khusus Allah memberikan pahala yang berlipat ganda, jika melakukan ibadah dibeberapa tempat yang dimuliakan tersebut.

Sebab Madinah adalah kota yang mempunyai kedudukan penting dalam sejarah perkembangan dakwah Islam. Dari kota inilah, Islam memancarkan cahayanya ke seluruh penjuru dunia.

Di kota ini, Nabi Muhammad SAW tinggal selama 10 tahun, setelah beliau hijrah dari Makkah yang telah ditinggalinya sejak lahir hingga berusia 53 tahun. Beliau wafat dan dimakamkan di Madinah pada usia 63 tahun.

Misalnya melakukan Shalat Arbain, shalat wajib selama 40 waktu di masjid Nabawi. Salah satu keutamaan beribadah di masjid Nabawi adalah nilainya lebih dari seribu kali daripada beribadah di masjid yang lain. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) selama empat puluh kali berturut-turut, maka dicatat baginya kebebasan dari neraka, azab dan sifat munafik”. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here