Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 1 Okt 2024 15:01 WIB ·

Dianggap Tak Bermanfaat, Pembangunan Gerbang RS Ryacudu Dikritik


 Dianggap Tak Bermanfaat,  Pembangunan Gerbang RS Ryacudu Dikritik Perbesar

KOTABUMI-Proyek pembangunan pintu gerbang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM. Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara(Lampura) yang dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh salah satu perbankan menuai Kritikan Pedas, baik dari elemen mahasiswa dan masyarakat.
Mereka menilai proyek ini tidak memberikan manfaat yang signifikan serta berpendapat bahwa dana CSR tersebut seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih mendesak di bidang kesehatan.
Terlebih saat ini kondisi RSUD Ryacudu memiliki beragam persoalan, seperti pelayanan serta minimnya sarana dan prasarana.
Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kotabumi menyampaikan keprihatinan.
Seharusnya, mereka menghargai adanya perhatian dari pihak perbankan melalui program CSR tersebut. Namun mereka merasa bahwa dana tersebut seharusnya digunakan untuk hal-hal yang lebih mendasar seperti pengadaan alat kesehatan yang memadai atau peningkatan fasilitas pelayanan.”Saat ini, Rumah Sakit Ryacudu mengalami banyak persoalan yang belum tuntas. Pembangunan pagar tidak akan menyelesaikan masalah mendasar yang dihadapi oleh pasien dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik,”cecar Ketua umum HMI Cabang Kotabumi M. Yosep Alipio, Senin(1/10).

Menurut Yosep, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pelayanan kesehatan yang baik.
Jika dibandingkan dengan pembangunan pagar, seharusnya dana CSR ini difokuskan pada peningkatan kualitas layanan rumah sakit dan perbaikan fasilitas yang sudah ada.”Pagar tidak menyelesaikan masalah,”tegas Yosep.

Sementara itu Iwan, salah seorang warga mengungkapkan kekecewaannya atas penggunaan dana CSR untuk proyek yang dianggap kurang prioritas.
Dirinya berpendapat bahwa masalah kesehatan masyarakat, terutama akses terhadap pelayanan medis yang berkualitas, seharusnya menjadi fokus utama.”Saya selaku warga mengapresiasi yang dilakukan pihak perusahaan atau perbankan yang menyalurkan CSR nya. Tapi sayang, pemerintah daerah kurang tepat menempatkannya.
Kalaupun titiknya di RSU Ryacudu, alangkah eloknya ketika untuk peningkatan sarana dan prasarana pelayanan,”keluh Iwan.

Terpisah, Direktur RSUD Ryacudu dr.Aida Subandi saat dikonfirmasi Awak Media melalui Pesan WhatsApp(WA) nya mengakui jika pembangunan gerbang tempatnya bekerja merupakan bantuan dana CSR.”Sumber dana CSR (pembangunan gerbang, Red),”kata dia

Menurutnya, pembangunan itu berdasarkan usulan pihaknya melalui proposal ke Bappeda.”Kami mengajukan proposal ke Bappeda. CSR kan sekarang sudah satu pintu, ke Bappeda semuanya,”pungkas dia.(ria)

Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hilirisasi Mampu Tingkatkan Nilai Komuditas /// Hendri Yakin Pendapatan Masyarakat Bisa Bertambah

17 Juli 2026 - 15:39 WIB

Rapat Pemantapan MTQ, Sekda Kocek Berbagai Persiapan

16 Juli 2026 - 14:14 WIB

Aklamasi, Rahman Nahkodai DPD PJS Riau Lewat Musdalub III

11 Juli 2026 - 16:54 WIB

PWI dan SIWO Bahas HPN dan Porwanas Bersama Bupati

8 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temui Dewan Pers, PJS Mantapkan Langkah Menjadi Organisasi Konstituen

7 Juli 2026 - 22:17 WIB

Tausiah Ustaz Hasan dan Azis Gagap Pukau Ribuan Masyarakat Lampura

17 Juni 2026 - 17:08 WIB

Trending di Headline