KOTABUMI-Dalam rangka penguatan ekosistem industri hilir berbasis komoditi sumber daya lokal dan peningkatan nilai tambah singkong sesuai dengan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Perpres Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian akan melaksanakan
serangkaian kegiatan “Hilirisasi dan Peningkatan Nilai Tambah Singkong di Provinsi Lampung”.
Dalam kegiatan Hilirisasi ini Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampura Hendri mengatakan, sebagai salah satu daerah penyokong sektor pertanian di Lampung, dirinya yakin hilirisasi adalah solusi jangka panjang yang paling tepat untuk melepaskan ketergantungan petani dari penjualan bahan mentah.”Seperti halnya untuk Hilirisasi Komuditas selain dari singkong ada juga Pisang bisa dijadikan Keripik Premium.
Sedangkan Singkong dijadikan tepung, untuk itu kita dorong agar Hilirisasi benar-benar dipahami oleh IKM(Industri Kecil Menengah) di Lampura.
Sehingga nilai Komuditas dapat meningkat dan pada akhirnya pendapatan Masyarakat Lampung Utara bisa bertambah,”ucap Hendri di sela-sela mengikuti Workhsop sistem keamanan pangan dan diversifikasi komuditi bagi olahan singkong bagi IKM di Bandarlampung, Jumat(17/7).
Selama ini lanjut Hendri, singkong melimpah, namun nilai tambahnya belum dinikmati secara optimal oleh petani lokal karena mayoritas masih dijual dalam bentuk mentah.
Dengan hilirisasi, dapat mengubah pola pikir dan ekosistem.
Sesuai instruksi Pimpinan pihaknya juga akan berkolaborasi bersama perangkat daerah seperti Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas perkebunan serta perangkat daerah lainnya yang membidangi.”Kita akan bergerak bersama berkolaborasi mengambil langkah konkrit untuk memperkuat pelaku IKM olahan singkong.”Hilirisasi komoditas ubi kayu/singkong misalnya komoditas singkong ditingkatkan nilai nya menjadi pati singkong (tapioka) atau tepung mocaf sehingga kedepannya akan menjadikannya produk yang mempunyai kualitas dan nilai jual dengan prospek yang tinggi,”paparnya.
Diketahui Kegiatan Hilirisasi berbasis Agro dan Peningkatan Daya Saing dan IKM Pangan di Provinsi Lampung diadakan selama tiga hari.
Dihari pertama diadakan pada Kamis(16/7) dengan agenda Sosialisasi Hilirisasi dan Hari ke dua dan ke tiga pada Jumat dan Sabtu(17-18/7) dengan agenda Workhsop sistem Keamanan Pangan.(ria)






