KOTABUMI-Mendapat keluhan dan Masukan dari Masyarakat nya yang menginginkan pelaksanaan Pasar Murah untuk tidak diadakan saat menjelang peringatan hari besar saja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Lampura akan mengadakan Pasar Murah setiap sebulan sekali.”Ini merupakan Trobosan untuk menekan inflasi yang semakin tinggi.
Insyaallah Pelaksanaan Pasar Murah ini akan kita adak sebulan sekali, seperti harapan dan permintaan dari Masyarakat yang langsung disampaikan ke kita,”ucap Kadisperindag Lampura Hendri, Kamis(21/5).
Adanya Pasar Murah ini lanjut Hendri, tentu sangat membantu Masyarakat. Terlihat Masyarakat sangat antusias dalam membeli kebutuhan pokok yang sudah disediakan.
Untuk harga telur sendiri di jual dengan harga Rp 25 Ribu perkilogram(kg) dengan stok sebanyak 210 kg.
Kemudian Minyak Kita harga per liter Rp 15.500 dengan stok 600 Liter, Beras SPHP stok sebanyak 1 ton dengan harga per 5 kg Rp 58 Ribu.
Dan Gula di jual Rp 17.500 perkg dengan stok 72 kg.”Selain itu ada Gula juga dari PTPN 7 Bunga Mayang yang harganya lebih murah yakni Rp 16 Ribu perkg.
Kita juga siapkan stok gas elpiji tabung melon sebanyak 300 tabung,”jelasnya.
Sementara itu di tempat yang sama Sekretaris Kabupaten(Sekkab) Lampura Intji Indriati yang juga langsung ikut terjun mengarahkan Masyarakat yang ingin berbelanja menerangkan, kegiatan Pasar Murah ini akan diadakan selama lima hari ke depan.
Hal ini dilakukan untuk membantu Masyarakat Lampura ditengah semakin tingginya harga sembako.
Dilihat juga antusiasme Masyarakat sendiri sangat tinggi dalam membeli Sembako yang disediakan.”Pasar Murah ini memang sering diadakan saat peringatan hari besar, apalagi kita sebentar lagi akan menyambut hari raya kurban.
Tentunya Pasar Murah ini kita adakan untuk meringankan beban Masyarakat, karena harganya jauh lebih murah dibanding di pasaran,”tuturnya.
Menanggapi adanya keluhan Masyarakat terkait semakin tingginya harga Sembako Intji menyatakan bahwa pihaknya hingga saat ini terus melakukan koordinasi dengan Distributor dan Komunikasi dengan pihak terkait guna melakukan Infeksi mendadak di gundang-gudang besar Sembako.
Dari hasil turun memang stok Sembako hingga hari ini cukup, namun memang ada kelangkaan pada Minyak Goreng. Untuk itu diadakan Pasar Murah ini dan Operasi Pasar Minyak Kita yang dilakukan selama satu bulan.”Seperti kita ketahui bersama harga Sembako akan mengalami kenaikan menjelang hari-hari besar.
Ini terjadi karena permintaan Masyarakat terhadap sembako yang tinggi, untuk itu kita harus mencari cara bagaimana suplayer bisa mendistribusikannya dalam jumlah besar agar tidak terjadi kekurangan,”pungkasnya.(ria)






