KOTABUMI-Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme pendidik serta memperkuat mutu layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara menyelenggarakan Diklat Berjenjang Tingkat Mahir bagi Pendidik PAUD, Kamis (1/10), yang dilaksanakan menggunakan moda daring tersistem mulai tanggal 1 hingga 10 oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam meningkatkan kompetensi pendidik sebagai fondasi penting dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, ramah anak, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang peserta didik.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, Sukatno SH, MH, mengatakan, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari pendidikan anak usia dini.”Ketika kita berbicara tentang peningkatan mutu pendidikan, sesungguhnya kita harus memulainya dari PAUD. Karena pada usia dini, kita sedang meletakkan fondasi bagi karakter, kemampuan sosial, kemandirian, dan kesiapan belajar anak di masa depan,”ujar Sukatno, Kamis.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pendidik seiring dengan berbagai agenda peningkatan mutu pendidikan.
Termasuk akreditasi satuan PAUD, pemanfaatan Raport Pendidikan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan, serta kesiapan mendukung Wajib Belajar 1 Tahun Pra-SD sebagai bagian dari Wajib Belajar 13 Tahun.
Menurutnya, akreditasi tidak boleh dimaknai sekadar sebagai upaya memperoleh predikat, melainkan sebagai cermin mutu dan sarana bagi satuan pendidikan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Demikian pula Raport Pendidikan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk melihat kondisi satuan pendidikan secara objektif, mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki, serta menyusun langkah peningkatan mutu berbasis data.
Dalam kaitannya dengan Wajib Belajar 1 Tahun Pra-SD, Kepala Dinas mengingatkan bahwa PAUD tidak boleh berubah menjadi “SD kecil”. PAUD harus tetap menjadi lingkungan belajar yang memungkinkan anak bermain, bereksplorasi, bergerak, berinteraksi, dan belajar dengan menyenangkan sesuai tahap perkembangannya.“Kesiapan anak memasuki SD tidak cukup hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Yang tidak kalah penting adalah kesiapan fisik, sosial-emosional, bahasa, kognitif, kemandirian, dan karakter anak,”tegasnya.
Kepala Dinas juga berpesan agar peserta tidak menjadikan diklat semata-mata sebagai upaya memperoleh sertifikat, tetapi sebagai momentum untuk melakukan perubahan nyata.”Jangan berhenti pada sertifikat. Karena keberhasilan kita bukan diukur dari berapa banyak pelatihan yang telah kita selenggarakan, tetapi dari seberapa besar perubahan yang dirasakan oleh anak-anak kita,”ucapnya.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa peningkatan mutu PAUD merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, pendidik, orang tua, masyarakat, dan seluruh mitra pendidikan.”Kita tidak hanya sedang mengejar angka akreditasi, tidak hanya sedang mengejar capaian SPM, tidak hanya sedang memperbaiki Raport Pendidikan, dan tidak hanya sedang mempersiapkan Wajib Belajar 1 Tahun Pra-SD. Sesungguhnya kita sedang membangun ekosistem pendidikan yang memastikan setiap anak Lampung Utara memperoleh awal kehidupan pendidikan yang terbaik,”paparnya.
Melalui Diklat Berjenjang Tingkat Mahir ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara berharap semakin banyak pendidik PAUD yang kompeten, profesional, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas serta berpusat pada anak.”Peningkatan kualitas pendidik hari ini adalah investasi untuk membangun kualitas generasi Lampung Utara di masa depan,”tutur Sukatno.
Dalam laporannya, Kabid PAUD dan PNF, Yeni Sulistina menyampaikan pelaksanaan diklat ini bekerjasama dengan Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) APPAUDI Provinsi Lampung.
Diklat Berjenjang Tingkat Mahir ini diikuti oleh 40 orang pendidik PAUD dari satuan PAUD di Kabupaten Lampung Utara. Para peserta mendapatkan penguatan pengetahuan, keterampilan, serta praktik yang mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik PAUD.”Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam praktik pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing, sekaligus menjadi penggerak peningkatan mutu di lingkungan kerjanya,”harap Yeni.(ria)






