KOTABUMI-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik(Kesbangpol) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) melalui Bidang Ekonomi Sosial Budaya, Agama dan Organisasi Masyarakat menggelar Rapat Fasilitasi Kerukunan Umat Beragama dan Penghayatan Kepercayaan di Daerah.
Kabid Ekososbud, Agama dan Organisasi Masyarakat Antoni Effendi SH.M.M., menjelaskan, di tingkat daerah, kerukunan adalah fondasi utama dari seluruh roda pembangunan.
Tidak akan pernah ada kesejahteraan, tidak akan pernah ada kemajuan ekonomi, jika stabilitas sosial rapuh karena ego sektoral atau ketidakmampuan dalam menerima perbedaan.
Oleh karena itu, melalui Bidang ketahanan Ekonomi sosial budaya Agama Dan Ormas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lampung Utara berkomitmen penuh untuk memfasilitasi ruang dialog yang inklusif.”Kita ingin memastikan bahwa seluruh warga negara, tanpa terkecuali. Baik umat beragama maupun saudara-saudara kita dari Penghayat Kepercayaan, mendapatkan hak sipil, perlindungan, dan ruang ekspresi budaya serta spiritual yang setara sesuai amanat konstitusi,”papar Antoni Effendi.
Dalam Diskusi bersama ini lanjut Antoni, ada tiga Pilar yang harus ditekankan yakni mulai dari mengoptimalkan Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik.
Dengan meminta FKUB, Tim PAKEM, Kesbangpol, dan seluruh elemen tokoh masyarakat untuk memperkuat sinergi di akar rumput.
Jangan biarkan riak-riak kecil atau kesalahpahaman terkait pendirian rumah ibadah dan pelaksanaan ritual adat/keagamaan membesar menjadi konflik. Kedepankan musyawarah mufakat.
Kemudian Implementasi Nyata Moderasi Beragama yakni berkomitmen kebangsaan, toleransi, rasa kemanusiaan, dan sikap akomodatif terhadap budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya Penuhi Hak Sipil secara Humanis yakni memastikan pelayanan administrasi kependudukan dan fasilitas pemakaman bagi saudara-saudara penghayat kepercayaan dapat berjalan dengan baik di lapangan, tanpa adanya diskriminasi atau hambatan birokrasi.”Rapat hari ini bukan sekadar formalitas seremonial. Ini adalah ruang bagi kita untuk menyamakan persepsi, merumuskan rencana aksi konkret, dan merajut kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang akibat dinamika sosial politik,”pungkasnya.
Hadir dalam Diskusi bersama itu Kepala Kesbangpol Lampura Iwan Purnama, perwakilan dari Umat Hindu, Budha, Katolik, Forum Komunikasi Umat Beragama(FKUB), HKBP, PMII, PCNU, Pengurus Daerah Muhammadiyah(PDM), PD Aisiyah, MUI, Kemenag, Muslimah dan IPQOH.(ria).






