KOTABUMI-Alokasi sebesar Rp.293 juta belanja pengadaan kebutuhan pada kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Utara, mencuri perhatian di tengah tekanan efisiensi tahun 2026.
Informasi yang dihimpun, total anggaran belanja modal yang disiapkan Bappeda Lampung Utara mencapai Rp.293.787.400. Anggaran tersebut terbagi dalam empat kelompok pengadaan.
Pos pengadaan terbesar pada alokasi belanja personal computer (PC) dan laptop dengan nilai Rp.162.699.800. Dana tersebut direncanakan untuk membeli tiga unit PC all-in-one dan enam unit laptop.
Kemudian belanja modal alat rumah tangga lainnya atau home use dengan angka mencapai Rp.66.605.200. Pengadaan ini mencakup satu unit smart TV LED 43 inci, hordeng seluas 20 meter persegi, serta wallpaper dinding seluas 126 meter persegi.
Tak hanya perangkat elektronik dan penataan interior, Bappeda juga mengalokasikan Rp.53.482.400 untuk pengadaan alat pendingin ruangan. Rinciannya, tiga unit AC3 PK dan dua unit AC standing.
Sementara itu, pengadaan alat penyimpan perlengkapan kantor berupa dua unit lemari arsip dianggarkan sebesar Rp.11 juta.
Seluruh rencana belanja modal tersebut mengacu pada Dokumen Pelaksanaan AnggaranPerubahan (DPA-P) Tahun Anggaran 2026.
Besarnya alokasi belanja modal itu memunculkan pertanyaan mengenai skala prioritas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Terlebih, pengadaantak hanya menyasar perangkat penunjang kerja, tetapi juga fasilitas dan ornamen interior kantor.
Dalam konfirmasinya, Kepala Bappeda Lampung Utara Dewi Setiyawati terkesan enggan menjawab pertanyaan dan meminta agar pertanyaan diarahkan kepada sekretarisnya.”Silahkan hubungi sekretaris bappeda ya,saya masih acara di jakarta,”singkat Dewi melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi Awak Media, Rabu (4/11).
Sementara itu, Sekretaris Bappeda Lampung Utara Budiman Thohir tidak berada di tempat saat didatangi ke kantornya sekitar pukul 14.37 WIB.(Red)






