Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Opini · 2 Jan 2019 15:28 WIB ·

Warga Dusun Sugihwaras Harapkan Perbaikan Jalan


 Warga Dusun Sugihwaras Harapkan Perbaikan Jalan Perbesar

KOTABUMI — Warga Lingkungan III Dusun Sugihwaras, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang rata-rata di dominasi oleh para petani dan penyadap karet tersebut, berharap kepada Bupati Lampura Hi. Agung Ilmu Mangkunegara, S.Stp.MH, melalui Dinas dan Instansi terkait, agar dapat memperbaiki akses jalan yang merupakan jalur utama, bagi para petani untuk mengangkut hasil bumi milik warga setempat.
Diketahui, akses jalur utama yang terdapat di Jembat Codetan Way Batang Hari, Dusun Sugihwaras tersebut tampak licin dan rusak parah, selain itu jalan tersebut juga tampak curam dan terjal.
Kepada Radar Kotabumi, Assary selaku ketua Lingkungan III Dusun Sugihwaras berharap, kepada pemerintah setempat khususnya Bupati Lampura, agar dapat memperhatikan akses jalur utama yang tampak rusak tersebut. Sebab jalan itu merupakan jalur utama, bagi para petani untuk mengangkut hasil bumi dari perkebunan warga.
“Sebenarnya pada tahun 2016 hingga 2018, saya sudah berulang kali mengajukan Proposal jalan tersebut, namun hingga saat ini belum ditemui upaya-upaya perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah setempat,” ujarnya kemarin (2/1) sekira pukul 9.30 WIB.
Ditambahkannya, kerusakan jalur utama yang terdapat di Jembat Codetan Way Batang Hari tersebut, bukan hanya terdapat di satu titik itu saja, melainkan ada 2 (Dua) titik lainnya yang juga tidak kalah parahnya di bandingkan dengan jalan yang terdapat di Jembatan tersebut.
Terlebih lagi pada waktu hujan turun, membasahi dan menggenangi akses jalur utama tersebut, mobil maupun sepeda motor yang digunakan petani untuk mengangkut hasil bumi tidak bisa masuk ke areal. bahkan kendaraan yang sudah terlanjur masuk keareal perkebunan warga, terpaksa tidak bisa keluar, di karenakan akses jalan utama tersebut begitu curam dan terjal, serta jalan tersebut juga teramat licin.
Tidak sedikit, kendaraan baik sepeda motor maupun mobil yang sudah terlanjur masuk, menginap di areal perkebunan. Dikarenakan jika pengendara memaksakan untuk keluar dari areal  tersebut, disaat jalan basah akibat di guyur hujan, dikhawatirkan kendaraan yang mereka bawa akan terjun bebas ke Way Batang Hari, akibat tergelincir oleh licinnya badan jalan yang terdapat diwilayah setempat, jelas Assary.  (fer)
Selengkapnya, baca edisi cetak 3 Januari 2019
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Curat Berkedok Satgas? Raibnya Timah di Smelter Sitaan Negara Uji Nyali Negara Menegakkan Hukum

1 Januari 2026 - 00:06 WIB

Surat Cinta untuk Hutan Kita Lampung Utara

5 Desember 2025 - 10:15 WIB

Insiden Doorstop Jambi: Humas Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Penghalang

13 September 2025 - 16:27 WIB

MERDEKA! 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Kemerdekaan Pers Kita?

17 Agustus 2025 - 12:22 WIB

Menjaga Marwah Jurnalisme: Wartawan Tak Bisa Rangkap Jabatan, Apalagi ASN

30 Juni 2025 - 15:21 WIB

Penyelundupan Timah dan Premanisme Tambang: Gagalnya Aparat, Lemahnya Negara Hukum

31 Mei 2025 - 19:58 WIB

Trending di Opini