Menu ✖

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 24 Feb 2019 18:03 WIB ·

DAK SKB Disoal, Diduga Syarat Penyimpangan

 
Caption : Tokoh Masyarakat Abung Selatan, Chairil A.Djasiun, saat diwawancarai dikediamannya, Sabtu(23/2). Foto Riduan  Perbesar

Caption : Tokoh Masyarakat Abung Selatan, Chairil A.Djasiun, saat diwawancarai dikediamannya, Sabtu(23/2). Foto Riduan

KOTABUMI—Pelaksanaan pekerjaan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus(DAK) Pendidikan Tahun 2018 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Bandarkagungan Raya, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara(Lampura) disinyalir terdapat manipulasi data jumlah peserta didik, dan pengelolaan tidak sesuai dengan juknis(petunjuk teknis) yang telah ditetapkan.

Tokoh masyarakat Abung Selatan, Chairil A. Djasiun mengatakan, kuatnya indikasi manipulasi data terlihat mulai dari usulan pembangunan yang diterima tidak sesuai dengan jumlah peserta didik.”Muridnya berapa banyak ? kok bisa dapat RKB(Ruang Kelas Baru), dan rehabilitasi bangunan TK dengan nilai Rp 800 juta lebih,”kata dia, Sabtu(24/2).

Dia menduga dalam dokumen permohonan pengusulan DAK 2018 terjadi pemalsuan berkas khususnya jumlah siswa agar mendapatkan bantuan.”Kita senang mendengar ada sekolah di bantu pemerintah(DAK), tentunya sesuai dengan persyaratan kategori kebutuhan siswa. Jadi oleh pemerintah pusat ini perlu dibantu dengan penambahan RKB. Tapi kenyataannya bisa di kroscek di lapangan, siswa nya mana,? gurunya berapa?,”imbuh Chairil.

Menurut dia, bangunan gedung yang ada saja banyak tidak terpakai karena minimnya jumlah siswa dan guru tidak.”Jelas ini ada manipulasi data untuk mendapat bantuan, mubazir bantuan itu,”tegas mantan Kades Bandarkagungan Raya ini.

Masih kata dia, tidak hanya itu pembohongan juga diduga terdapat pada panitia pelaksanaan pembangunan, yang seharusnya melibatkan banyak unsur ini hanya dilakukan satu oknum saja. Begitu juga dengan fasilitator yang telah merencanakan pembangunan sesuai juknis, dan arahan dari pihak Dinas Pendidikan(Disdik) Lampura.”Kita juga menduga ada pembohongan berkas pelaporan dari oknum di SKB ke pihak Konsultan,”kata Chairil.

Terkait keberadaan bangunan RKB sebanyak 4 lokal, dan rehabilitasi gedung taman kanak-kanak(TK) dan rumah dinas SKB yang dialih fungsikan, Chairil menduga tidak sesuai bestek.”Kita khawatir kalau bangunan asal jadi, akan ambruk dan menimpa anak-anak. Kami kita jadi khawatir, kalau menyekolahkan anak-anak di sana,”imbuhnya seraya meminta pihak penegak hukum untuk segera mengambil tindakan.

Sementara saat dihubungi di SKB Abung Selatan, Suroyo sedang tidak berada ditempat. Saat ditelepon yang bersangkutan mengaku sedang tidak ditempat.”Saya lagi di Karang(Bandarlampung), nanti saja ketemunya,”singkat dia.(rid)

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rakernas III PJS di Batam: Perkuat Integritas dan Kompetensi Wartawan

23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Jaga Keutuhan Umat Beragama Bidang Ekososbud Gelar Diskusi Bersama

22 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Juara Lomba Bertutur Bawa Pulang Jutaan Rupiah

22 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Lahirkan Generasi Berbudaya, Perpustkaan Gelar Lomba Bertutur

21 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam

14 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Gali Sumber Ekonomi, Ketahanan Pangan Gandeng Kelompok Wanita Tani

13 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Trending di Headline