Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 23 Apr 2018 20:38 WIB ·

Warga Antusias Bubuhkan Tandatangan, untuk Yogi


 Warga Antusias Bubuhkan Tandatangan, untuk Yogi Perbesar

KOTABUMI-Aksi sejuta tandatangan mendukung upaya Kepolisian mengungkap kasus Yogi Andhika, mantan sopir pribadi bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangknegara yang diduga meninggal akibat pengeroyokan dan penganiayaan berat, disambut antusias warga. Masyarakat dari berbagai kalangan termasuk pelajar dan mahasiswa berdatangan dan membubuhkan tandatanganya di kain putih sepanjang 50 meter yang dibentangkan di trotoar Taman Demokrasi Kali Umban Kotabumi. Bahkan diantaranya ada yang membubuhkan tandatangan darah, dengan cara menusuk jarinya dengan jarum kemudian darah yang keluar dijadikan tinta untuk membubuhkan tandatangan. Aksi yang mulai digelar pukul 08.00 WIB itu berakhir tepat pukul 15.32 WIB, lantaran hujan mulai mengguyur daerah setempat.

Firman Zen ketua Lembaga Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan(LP-KPK) Kabupaten Lampura, selaku penggagas sekaligus penanggungjawab aksi menjelaskan jika aksi tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari hingga Rabu (26/4) mendatang. Penyelenggara telah mempersiapkan kain putih sepanjang 200 meter. Namun panjang bentangan yang ada di Taman Demokrasi hanya memungkinkan untuk 50 meter.

Karenanya disikapi dengan cara setelah penuh tandatangan akan diganti dengan kain putih yang baru. “Kegiatan ini murni merupakan solideritas dan kepedulian atas kasus yang menimpa Yogi. Tidak ada unsur politik didalamnya. Dalam hal ini kami ingin mensupport aparat kepolisian agar dapat segera mengungap kasus ini hingga keakarnya. Siapa saja yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” jelas Firman, Senin(23/4).

Menurut Firman Tema Aksi Sejuta Tandatangan Untuk Yogi, merupakan bentuk semangat dan jangan diartikan secara harfiah. Sebab diketahui jumlah penduduk Lampura hanya sekitar 600 ribu. Namun semangat yang terkandung didalamnya yang sangat besar membuat tema tersebut yang diambil. Semangat tersebut muncul melihat bagaimana kondisi keluarga Yogi setelah berpulangnya tulang punggung keluarga itu. Semenatara nyawa Yogi terenggut secara paksa oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang hingga kini masih berkeliaran.

Sementara itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lampung Utara beserta LSM Lentera, beraudensi ke Polda Lampung. Mereka diterima langsung oleh Dirkrimsus, Polda Lampung AKBP Bobby P. Marpaung. Dalam audiensi AKBP Bobby P. Marpaung, menjelaskan jika kasus Yogi diambil alih oleh Polda Lampung. Hal ini dilakukan untuk menjaga netralitas dan kondisi iklim politik Lampura. “Kami KNPI bersama LSM Lentera melakukan audensi bersama Dirkrimsus Polda Lampung AKBP AKBP Bobby P. Marpaung. Dalam pertemuan itu dijelaskan bahwa kasus Yogi telah dialihkan ke Polda Lampung,” jelas Muhammad Alfin ketua DPD KNPI Lampura melalui sambungan telapon sesaat setelah audensi.

Disebutkan Alfin, DPD KNPI Lampura bersama LSM Lentera sangat mengapreasiasi kinerja dan langkah Polda Lampung yang sangat cepat dan tepat dalam mengambil alih kasus tersebut. Sebab memang dalam situasi politik saat ini netralitas dan profesional Polri sangat diperlukan. (her)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rapat Bersama, Dishub Matangkan Terminal Stasiun /// Kotabumi Menuju TBB

25 April 2026 - 11:58 WIB

Rapat DWP, Berbagai Usulan Disampaikan

23 April 2026 - 14:55 WIB

Tandatangani Pakta Integritas, Disdik Sosialisasikan SPMB

22 April 2026 - 10:38 WIB

9 JPTP Bakal Diselterkan Bulan Juni Mendatang

21 April 2026 - 10:21 WIB

59 Peserta Ikuti Seleksi Muli Mekhanai /// 2 Pasang Terbaik Akan Mewakili Lampura

20 April 2026 - 13:34 WIB

Sukatno Pantau Langsung Kegiatan TKA SD

20 April 2026 - 11:51 WIB

Trending di Headline