KOTABUMI—Pelatihan Sistem Informasi Kesejahtaraan Sosial-Next Generation(SIKS-NG) merupakan suatu sistem untuk menyelesaikan verifikasi dan validasi(verivali) data kemiskinan dalam menuju suksesnya pelaksanaan bantuan pangan non tunai(BPNT) tahun 2019.
Demikian diungkapkan Ketua Forum Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan(TKSK) Lampung Utara(Lampura) Sarkasi, dalam sambutannya saat pembukaan pelatihan SIKS-NG bagi operator desa di Kecamatan Abungkunang, Senin (27/8).
Menurut Sarkasi, pada tahun 2019, bantuan untuk masyarakat prasejahtera akan disalurkan secara non tunai, sehingga akan dibentuk e-waroeng(warung elektronik. Sehingga para penerima bantuan dapat membelanjakan dana bantuan yang masuk ke rekening bank ke warung yang sudah ditunjuk.
Untuk itu, lanjut Sarkasi, di setiap desa yang ada di Lampura minimal akan dibentuk dua kelompok usaha bersama(KUBE), yang akan disiapkan untuk pelaksanaan BPNT tunai tersebut. ” Jadi akan kita bentuk minimal dua KUBE, yang akan diusulkan jadi pelaksana dalam program e-waroeng ini,”pungkasnya.(rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 28 Agustus 2018






