KOTABUMI-Melemahnya nilai tukar rupiah dan Kemarau berkepanjangan tidak mempengaruhi harga beras di Kabupaten Lampung Utara(Lampura).
Hal ini dikatakan oleh Plt. Asiten II Pemkab Lampura H. Syahrizal Adhar didampingi Kabid Ekonomi Anom Sauni.
Maraknya pemberitaan kenaikan harga beras di sejumlah wilayah yang diduga diakibatkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan musim kemarau sama sekali tidak mempengaruhi harga beras di Bumi Ragem Tunas Lampung ini.
Dari hasil turun tim dari Bappeda, Bulog, Bagian Ekonomi dan Dinas Perdagangan ke Pasar Sentral Kotabumi, harga beras masih stabil. Untuk harga beras asalan masih berada dikisaran Rp 9 Ribu Perkilogram(kg). Kemudian, beras medium mengalami kenaikan dari Rp 11 Ribu menjadi Rp 11.500 perkg.
Sementara untuk beras premium masih di harga Rp 12.500 perkg. ” Pak Bupati Lampura Hi. Agung Ilmu Mangkunegara selalu merespon keluhan-keluhan Masyarakat. Jika ada pemberitaan mengenai naiknya harga sembako terutama beras, pasti beliau bergerak cepat dan mengintruksikan satkernya untuk turun ke bawah,”ujar Syahrizal, Selasa (18/9).(ria/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 19 September 2018






