Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 31 Okt 2018 21:51 WIB ·

Sempat Diputus, Listrik DPRD Kembali Nyala


 Foto : Hery Maulana  Caption: Petugas PT. PLN tengah melakukan pemasangan kembali aliran listrik digedung DPRD Lampura yang sempat diputus, sekitar pukul 13.16 WIB, Rabu (31/10). Perbesar

Foto : Hery Maulana Caption: Petugas PT. PLN tengah melakukan pemasangan kembali aliran listrik digedung DPRD Lampura yang sempat diputus, sekitar pukul 13.16 WIB, Rabu (31/10).

KOTABUMI—Aliran listrik di kantor DPRD Lampung Utara(Lampura) yang diputus PT. Perusahaan Listrik Negara(PLN) Cabang Kotabumi, kembali terpasang sekitar pukul 13.16 WIB, Rabu (31/10). Pemasangan dilakukan, setelah pihak DPRD setempat membayar tunggakan selama 6 bulan dengan total Rp 44 juta.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Lampura, Eka Dharma Tohir menjelaskan, keterlambatan pembayaran rekening listrik di gedung tersebut, disebabkan telatnya pencairan dana. Biasanya paling lama, dana sejumlah kegiatan dibagian yang dipimpinya itu tiga bulan.

Namun hingga empat bulan berjalan, dana kegiatan termasuk untuk membayar tagihan listrik belum dapat dicairkan. “Alhamdulilah dana dimaksud telah cair dan dapat langsung kita bayarkan. Sehingga listrik yang diputus kemarin sore, dapat disambungkan kembali,” jelas Eka.

Pasca pemutusan aliran listrik pada Selasa(30/10) sekira pukul 16.05 WIB, gedung DPRD Lampura tanpak gelap gulita. Pagi hari hingga siang kemarin, sejumlah aktivitas digedung tersebut tidak dapat berjalan. Termasuk rapat pembahasan anggaran bersama Organisasi Perangkat Daerah(OPD) bersama Badan Anggaran.

Asnawi salah seorang anggota menuturkan, seyogyanya dilakukan pembahasan anggaran pada hari itu. Namun lantaran listrik mati, kegiatan itu dbatal dilaksanakan. Ini disebabkan ruang rapat yang tidak memiliki ventilasi menjadi pengap dan panas disamping penerangan yang tidak memadai.

Begitu juga dengan sound system atau pengeras suara yang menjadi fasilitas utamanya yang dipergunakan dalam rapat. ” Bagaimana mau rapat semua tidak dapat berfungsi lantaran listrik mati. Karenanya rapat hari ini kita batalkan,” jelasnya.(fer/her/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 1 November 2018

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setelah Paksu & Sehati, Disdukcapil Lampura Inovasi URC 1803

15 April 2026 - 19:06 WIB

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Trending di Headline