KOTABUMI – Ratusan ton ikan air tawar milik petani keramba apung(kerapung) di Bendungan Wayrarem, Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mendadak mabuk dan mati. Akibatnya, para petani ikan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Salah serorang petani kerambah ikan air tawar Mamad (45) mengaku sangat terpukul dengan kejadian itu. Karena, dirinya merugi puluhan juta dikarenakan ikan mas dalam enam petak keramba miliknya tak satupun yang hidup.
” Kalau sudah begini, pasti kita rugi besar. Selain rugi uang, kita juga rugi tenaga perkerja mulai dari pembibitan ikan hingga siap panen. Namun kenyataannya mati mendadak, yang membuat pembengkakan anggaran untuk upah perbersihan kerambah apung,” keluhnya.
Ia menerangkan, peristiwa serupa selalu terjadi pada awal musim penghujan seperti ini. Sebab, pada waktu kemarau, semua ikan hidup dengan baik. ”Dikarenakan hujan dadakan membuat ikan pada mabuk hingga mati mendadak,” kata dia.
Hal senada dikatakan Rony (35) perambah apung lainnya. Kondisi cuaca extrim seperti saat ini, membuat kondisi air cepat berubah berubah.
“Petani keramba di Bendungan ini sangat banyak. Bayangkan, jika satu orang miliki 3-6 kerambah ikan bisa dihitung berapa ton ikan yang mati. Kondisi ini(mati dadak,Red) dialami hampir semua kerambah yang ada di bendungan Way Rarem ini,” bebernya.(ozy/rnn/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 13 November 2018






