Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 12 Nov 2018 21:31 WIB ·

Ikan Mati Mendadak, Petani Merugi Ratusan Juta


 Foto : Fahrozy Irsantoni/RNN  Caption : Ribuan ikan tampak mengapung di salah satu keramba milik petani di Bendungan Wayrarem. Foto dibidik Senin (12/11) Perbesar

Foto : Fahrozy Irsantoni/RNN Caption : Ribuan ikan tampak mengapung di salah satu keramba milik petani di Bendungan Wayrarem. Foto dibidik Senin (12/11)

KOTABUMI – Ratusan ton ikan air tawar milik petani keramba apung(kerapung) di Bendungan Wayrarem, Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mendadak mabuk dan mati. Akibatnya, para petani ikan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Salah serorang petani kerambah ikan air tawar Mamad (45) mengaku sangat terpukul dengan kejadian itu. Karena, dirinya merugi puluhan juta dikarenakan ikan mas dalam enam petak keramba miliknya tak satupun yang hidup.

” Kalau sudah begini, pasti kita rugi besar. Selain rugi uang, kita juga rugi tenaga perkerja mulai dari pembibitan ikan hingga siap panen. Namun kenyataannya mati mendadak, yang membuat pembengkakan anggaran untuk upah perbersihan kerambah apung,” keluhnya.

Ia menerangkan, peristiwa serupa selalu terjadi pada awal musim penghujan seperti ini. Sebab, pada waktu kemarau, semua ikan hidup dengan baik. ”Dikarenakan hujan dadakan membuat ikan pada mabuk hingga mati mendadak,” kata dia.

Hal senada dikatakan Rony (35) perambah apung lainnya. Kondisi cuaca extrim seperti saat ini, membuat kondisi air cepat berubah berubah.

“Petani keramba di Bendungan ini sangat banyak. Bayangkan, jika satu orang miliki 3-6 kerambah ikan bisa dihitung berapa ton ikan yang mati. Kondisi ini(mati dadak,Red) dialami hampir semua kerambah yang ada di bendungan Way Rarem ini,” bebernya.(ozy/rnn/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 13 November 2018

Artikel ini telah dibaca 110 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setelah Paksu & Sehati, Disdukcapil Lampura Inovasi URC 1803

15 April 2026 - 19:06 WIB

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Trending di Headline