KOTABUMI—Setelah Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah(PDPM), kini giliran Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) Kotabumi dan Masyarakat Adat Lampung Kabupaten Lampung Utara(Lampura) melapor ke Mapolres Setempat.
Ketua PC PMII Kotabumi, Yudian Fitria menegaskan, pidato Hadian Fitra di salah satu gereja yang belum diketahui tempatnya, yang tengah viral di Media Sosial(Medsos) Facebook dan Youtube diduga mengandung muatan ujaran kebencian.
”Pada saat itu, Hadian alias pakde mengatakan pemeluk NU kalau meninggal diazani itu bodoh(menit 8.55) dan menyatakan Nabi Muhammad kok minta dido’ain(dimenit ke 11.39), itu merupakan bentuk ujaran kebencian yang dilontarkan pelaku. Ucapan itu sebagai bentuk ejekan kepada umat NU,”ujar Yudian, Minggu (6/1/2019).
Mengetahui hal itu, lanjut Yudian, pihaknya langsung mengambil tindakan tegas dengan melaporkan ke pihak kepolisian Polres setempat, Jum’at (4/1/219) lalu.”Kita buat laporan karena marasa dirugikan dan mengandung propaganda. Karena pidato Hadian alias Dian alias Pakde itu telah menyinggung masyarakat NU, dan suku Lampung,”tegasnya.
Menurutnya dengan adanya pidato yang menyebut orang NU itu bodoh karena mengadzani orang yang sudah meninggal, dan Nabi Muhammad kok minta didoain itu dapat menimbulkan gejolak di kalangan warga Nahdliyin di Lampura.”Maka dari itu saya selaku Ketua PMII Lampura dan memiliki hubungan erat dengan NU melaporkan hal tersebut,”imbuh Yudian.(rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 7 Januari 2019






