Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 8 Jan 2019 21:23 WIB ·

Sakit Hernia, Malah Dioperasi Ambeien


 Caption foto : Riski (17) pasien penderita hernia yang oleh tim medis RSUD Ryacudu justru dioperasi ambeien.
Perbesar

Caption foto : Riski (17) pasien penderita hernia yang oleh tim medis RSUD Ryacudu justru dioperasi ambeien.

KOTABUMI—Riski (17) warga kelurahan Kotaalam, Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura) yang menderita hernia, justru dioperasi ambeien oleh dokter Rumah Sakit Daerah (RSD) H.M.Ryacudu, Kotabumi, sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (8/1).

Mengetahui itu, tak ayal membuat orang tua Riski berang bukan kepalang. Mereka lantas memprotes keras perlakuan tersebut kepada pihak medis RSD. Mereka mempertanyakan profesionalitas petugas medis RS plat merah tersebut.

“anak saya ini menderita Hernia dan diharuskan dioperasi. Tapi kok tiba – tiba yang dioperasi malah penyakit ambeien. Ini akan aneh,”ujar Suki, ayah Riski saat ditemui di ruang bedah tempat anaknya terbaring lemah usai operasi.

Suki mengklaim operasi penyakit ambeien yang dilakukan terhadap putranya ini tanpa sepertujuan ia dan istrinya. Sebab, sejak pertama kali berobat hingga sebelum operasi, yang mereka tahu bahwa putranya akan dioperasi untuk menyembuhkan penyakit hernia tersebut.

Menariknya lagi, Suki dan istrinya sama sekali tidak pernah mengetahui kalau putranya mengidap penyakit ambeien itu. Bahkan, mereka baru mengetahui jika putra kesayangan mereka mengidap penyakit itu usai operasi yang dilakukan. Mereka baru mengetahui jika operasi pada putranya bukan untuk penyakit hernia melainkan untuk penyakit ambeien, ketika diberikan secuil daging. “Ini daging dari ambeien yang dioperasi,”jelas Suki menirukan ucapan perawat kala itu.

Ia mengatakan, kalau sedari awal ia tahu bahwa putranya akan dioperasi ambeien, ia jelas tidak akan pernah mengizinkan operasi tersebut. Sebab, ia meyakini penyakit itu sama sekali tidak membahayakan keselamatan nyawa putranya. “Kalau kami tahu mau dioperasi ambeien, jelas kami enggak izinkan. Ketika saya menandatangani persetujuan juga tidak dijelaskan jika yang akan dioperasi adalah ambeien” beber dia.(her/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 9 Januari 2019

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setelah Paksu & Sehati, Disdukcapil Lampura Inovasi URC 1803

15 April 2026 - 19:06 WIB

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Trending di Headline