Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 19 Feb 2019 22:06 WIB ·

Warga Keluhkan Keberadaan PKL di Jalan Triodeso dan Pemuda Mengganggu Akses Jalan dan Ciptakan Suasana Kumuh


 <span class=Warga Keluhkan Keberadaan PKL di Jalan Triodeso dan Pemuda Mengganggu Akses Jalan dan Ciptakan Suasana Kumuh"> Perbesar

KOTABUMI–Keberadaan tenda-tenda pedagang kaki lima di sepanjang ruas Jalan Triodeso dan Jalan Pemuda Kotabumi Kabupaten Lampung Utara(Lampura) yang dibangun oleh Pemerintah Daerah sejak medio 2015 lalu, selain menimbulkan kesan kumuh dan macet, juga mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Diantaranya akses kendaraan menuju ke tempat tinggal masyarakat seputaran kedua ruas jalan tersebut tertutup oleh bangunan tenda-tenda para pedagang kali lima(PKL).

”Seandainya terjadi bahaya kebakaran, ini tentu akan sangat menyulitkan akses kendaraan pemadam kebakaran mencapai lokasi kami. Sejauh ini pihak Pemda setempat terkesan menutup mata dengan keberadaan tenda-tenda tersebut,”ujar Herwansyah Koordinator Masyarakat sekitar terdampak dari keberadaan PKL Kotabumi, kemarin(19/2).

Menurut Herwansyah, bila tidak ada tindakan nyata oleh pihak terkait atas permasalahan tersebut, maka dalam waktu dekat masyarakat akan menghadap pihak Pemkab lampura untuk meminta agar dapat melakukan penataan dan merelokasi para PKL yang menempati tenda kaki lima dikedua ruas jalan dimaksud.

Karena, selain menimbulkan dampak kemacetan dan kumuh dalam lingkungan Kota Kotabumi, juga disinyalir kebijakan Pemkab Lampura jelas-jelas melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Diantaranya UU 38/ 2004, Tentang Jalan, UU 22/ 2009 Tentang Lalulintas dan Angkutan, Peraturan Pemerintah(PP) 34/ 2006 Tentang Jalan, dan Peraturan Daerah(Perda) 08/2009 Tentang Tata Ruang dan Keindahan Kota.

Herwansyah yang didampingi Faisal dan Farhan juga warga setempat, menuturkan sungguh ironis, pemandangan berbeda tampak pada sisi lain di dalam komplek Pasar Pagi Kotabumi yang dibangun Pemkab sebelumnya.”Kini kondisinya terbengkalai dan sangat memperihatinkan, tampak dalam pengamatan kami 75 persen bangunan kios, toko, dan amparan rata-rata kosong tidak berpenghuni,”kata dia.(her/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 20 Februari 2019

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setelah Paksu & Sehati, Disdukcapil Lampura Inovasi URC 1803

15 April 2026 - 19:06 WIB

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Trending di Headline