KOTABUMI—Dinas Perikanan(Diskan) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) mewarning dan mengimbau masyarakat perikanan pemilik Keramba Jaring Apung(KJA) yang ada di wilayah bendungan Wayrarem, agar berhati-hati terkait naiknya elavasi air pada bendungan tersebut.”Kita hanya bisa mengimbau, agar mansyarakat perikanan khususnya pengelola KJA(keramba jaring apung) di Bendungan Wayrarem, untuk berhati-hati dengan naiknya debit air ini,”kata Kepala Diskan Lampura Paswani Hasyim, Senin (4/3).
Dikatakan, dengan naiknya air tentu saja mempengaruhi arus dipermukaan dan dasar bendungan, sehingga dapat berpotensi hanyutnya keramba jaring apung milik para petani ikan.”Karena itu harus ekstra dijaga, supaya tidak berdampak kerugian terhadap para petani KJA,”katanya.
Dikatakan, terkait naiknya elavasi air pada bendungan wayrarem, dinas perikanan akan mempelajari terlebih dahulu dampaknya terhadap keberadaan KJA di daerah setempat.”Kita akan pelajari terlebih dahulu, terkait dengan dampaknya. Namun yang pasti harus ekstra berhati-hati, terlebih cuaca ekstrim semacam ini,”kata dia.(rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 5 Maret 2019






