KOTABUMI–Maraknya suara petasan pada bulan Ramadan, mulai dikeluhkan warga diseputaran Kotabumi. Pasalnya, suara yang dihasilkan petasan tersebut cukup mengganggu kenyamanan warga Lampung Utara(Lampura) saat sedang menjalankan ibadah baik puasa, dan salat tarawih.
Aryanto(36), warga jalan Mangga Besar, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan mengatakan, suara petasan hampir tiap harinya terdengar, mulai dari waktu subuh hingga tengah malam. Terlebih dikediamannya banyak balita, sehingga sering membuat kaget anak dan keponakannya.”Anak dan ponakan saya sering kaget dengar suara petasan, belum lagi suara itu lumayan besar. Kebanyakan anak-anak remaja yang iseng menyalakan petasan itu,” keluhnya.
Hal senada disampaikan Yanti (52), salah satu warga di seputaran jalan Garuda, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan. Menurutnya, suara petasan sangat membuat tidak nyaman. Dia berharap pihak terkait, baik itu pemerintah daerah maupun aparat kepolisian setempat dapat segera menertibkan para penjual petasan, agar tidak menjual petasan yang tergolong besar dan membahayakan.”Saya ini punya gejala darah tinggi, jadi denger suara begituan (petasan, Red) sering kesel sendiri. Tolong pihak terkait bisa lebih ditertibkan, mana jenis petasan dan kembang api tidak boleh diperjual belikan,” harapnya.(cw9)
Selengkapnya, baca edisi cetak 8 Mei 2019






