Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Opini · 28 Mei 2019 21:57 WIB ·

Ramadan Merupakan Keseimbangan Hidup


 Ramadan Merupakan Keseimbangan Hidup Perbesar

Oleh : Hi. Sofyan SP.M.M (Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara)

 

Ramadan adalah bulan berkah, bulan sejuta hikmah, dan bulan kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Ramadan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadan merupakan bulan santunan, bulan yang di mana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya.
Ramadan adalah bulan yang agung (syahrul azhim) Azhim adalah nama dan sifat Allah. Namun, juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Ramadhan mulia dan agung, karena Allah sendiri telah mengagungkan dan memuliakannya.
Ramadan merupakan Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan bermanfaat. Detik demi detik, waktu yang berjalan pada bulan suci ini, ia bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Karena semuanya diberkahi dan amal ibadahnya dilipatgandakan.
Pada bulan Ramadan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari lima rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa).
Di bulan Ramadan sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk saling bederma, berkasih sayang dengan sesamanya yang keadaannya jauh memprihatinkan daripada kita.
Bulan Ramadhan juga melatih jiwa Muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual, dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga.
Ramadhan adalah keseimbangan hidup yang menimbulkan ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan lewat suatu kebersamaan yang indah. Di bulan Ramadhan kita diajarkan hidup seimbang, antara pekerjaan untuk kepentingan duniawi dan ibadah untuk kepentingan ukhrowi. Hal ini pula yang seringkali menyadarkan diri bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini adalah untuk senantiasa beribadah kepada Sang Khalik.
Kebersamaan yang tercipta selama bulan Ramadhan boleh jadi sangat sempurna. Pasalnya, jika pada hari-hari biasa, untuk bersama dengan keluarga seringkali harus dengan memperhitungkan jadwal dan beban pekerjaan, maka pada Ramadhan, tidak ada kompromi apapun untuk mengumpulkan keluarga dalam berbagai aktivitas, semuanya terjadi dengan sendirinya. Kebersamaan sejak mempersiapkan sahur, iftar, dan berjalan ke mesjid penuh rasa gembira untuk melaksanakan shalat tarawih dan subuh, merupakan anugerah indah yang mungkin tidak didapatkan pada bulan selain Ramadhan. (*)
Wallahualam bi sawab

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Curat Berkedok Satgas? Raibnya Timah di Smelter Sitaan Negara Uji Nyali Negara Menegakkan Hukum

1 Januari 2026 - 00:06 WIB

Surat Cinta untuk Hutan Kita Lampung Utara

5 Desember 2025 - 10:15 WIB

Insiden Doorstop Jambi: Humas Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Penghalang

13 September 2025 - 16:27 WIB

MERDEKA! 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Kemerdekaan Pers Kita?

17 Agustus 2025 - 12:22 WIB

Menjaga Marwah Jurnalisme: Wartawan Tak Bisa Rangkap Jabatan, Apalagi ASN

30 Juni 2025 - 15:21 WIB

Penyelundupan Timah dan Premanisme Tambang: Gagalnya Aparat, Lemahnya Negara Hukum

31 Mei 2025 - 19:58 WIB

Trending di Opini