KOTABUMI—Pembagian kuota terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh Pertamina, berdampak. Kuota yang dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan membuat antrian panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM. Utamanya premium dan solar yang merupakan BBM bersubsidi.
“mau gimana lagi, kita dijatah perharinya. Sementara kebutuhan untuk kendaraan lebih besar,” jelas Didi, pengelola SPBU Tugu Payan Mas, Selasa (2/7).
Hal yang sama diungkapkan, Edy pengelola SPBU Bernah. Dirinya mengatakan antrian panjang tidak dapat di hindari. Karena kiriman BBM yang diterima sesuai dengan kuota yang ditentukan. Sementara kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang membutuhkan BBM lebih besar.
Akibatnya terjadi antrian. Terlebih pengiriman BBM itu waktunya tidak menentu. Sehingga masyarakat yang ingin memperoleh BBM bersubsidi rela mengantri hingga berjam-jam lamanya.(fer/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 3 Juli 2019






