KOTABUMI—Dipastikan rencana pinjaman pada Bank Jabar (BJB) sebesar Rp.325 Miliar, bukan untuk membayar hutang. Melainkan, untuk percepatan pembangunan di kabupaten Lampung Utara (Lampura). Pemerintah setempat menginginkan adanya loncatan dalam pembangunan. Untuk membiayai itu, diprelukan dana yang lumayan besar. Karenanya direncanakan untuk mengajukan pinjaman pada BJB.
“Tidak benar jika ada anggapan bahwa rencana pinjaman itu untuk membayar hutang. Apalagi kita yakini seluruh tunggakan yang ada dapat terlunasi pada akhir tahun mendatang,” jelas Sofyan, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lampura, diruang kerjanya, Selasa (9/7).
Menurut Pj.Sekda, pihaknya tengah meminta pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan sejumlah rencana pembangunan dimaksud, untuk melakukan perhitungan secara terperinci besaran anggaran yang dibutuhkan. Seperti pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait rencana pembangunan Fly Over di perempatan Kebun Empat Kotabumi. “Kita sudah mintakan perhitungan secara detail dan terperinci. Ini juga yang dimintakan oleh rekan-rekan anggota DPRD Lampura,” terangnya.
Ditambahkan Sekda, mengapa BJB yang dipilih untuk pengajuan pinjaman. Itu lantaran Lampura sudah punya pengalaman pinjam pada Bank tersebut. Kemudian pembayarannya juga lancar tidak ada kendala. Tentu saja BJB mempunyai catatan tersendiri terhadap Lampura. Sehingga dapat memberikan pinjaman yang jumlahnya lebih besar dari pinjaman sebelumnya. “Kita punya pengalaman pinjam disana, dimana kita dapat melunasinya tepat waktu. Artinya tidak perlu ada kekhawatiran soal bagaimana nantinya Pemkab membayar.” Tambahnya.(ndo/her)
Selengkapnya, baca edisi cetak 10 Juli 2019






