KOTABUMI — Ambrolnya gorong-gorong yang terdapat di Jalan Jeruk, Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura) membuat resah warga setempat, khususnya para pengguna jalan yang melintasi jalan itu.
Berdasarkan pantauan Radar Kotabumi sekitar pukul 10.00 WIB Minggu (14/7) diketahui gorong-gorong yang ambrol tersebut diperkirakan seluas tiga meter persegi dengan kedalam mencapai lima meter.
Akibat ambrolnya gorong-gorong itu, membuat sebagian badan jalan ikut tergerus, ke dalam aliran sungai yang terdapat di bawahnya.
Sehingga membuat sejumlah pengendara baik sepeda motor maupun mobil harus ekstra berhati-hati, terlebih jalan tersebut menikung dan berpasir, sehingga potensi terjadinya kecelakaan lalulintas (Lakalantas) memungkinkan terjadi.
Rosidah (45) warga setempat saat di konfirmasi sejumlah awak media terkait rusaknya jalan dan gorong-gorong tersebut mengungkapkan, ambrolnya jalan tersebut terjadi terjadi sejak setahun belakangan. Sayangnya, dengan kondisi jalan dan gorong-gorong yang seperti itu, aparat pemerintah setempat terkesan tutup mata, dan tanpa melakukan suatu tindakan perbaikan.
Terlebih lagi mengingat jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang biaya pemeliharaannya bersumber dari APBD Lampura.”Sudah lama dek, jalan dan gorong-gorong itu rusak. Sudah setahun belakangan ini. Tapi sayangnya pihak Kelurahan dan Pemda seakan-akan tidak tahu dengan kondisi ini. Padahal inikan jalan Kabupaten,”kata dia.(fer/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 15 Juli 2019






