KOTABUMI — Pasca gempa bumi yang melanda kawasan Sumur Banten dengan skala 6,9 MMI, Jum’at malam (2/8) lalu. Kondisi di kawasan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) sampai sejauh ini tidak ada dampak kerusakan yang terlalu signifikan dan dapat dikatakan dinyatakan aman.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kotabumi Anton Sugiharto, melalui Penata Muda Geofisika (PMG) Muda, Agung Setiadi mengatakan, berdasarkan hasil survey tim makro yang turun langsung ke beberapa titik, tidak menemukan adanya kerusakan yang terlalu signifikan, hanya memang pada saat gempa terjadi beberapa waktu lalu masyarakat di kabupaten sempat sempat merasakan getaran selama 5 sampai dengan 10 detik.“ Hasil dari survey tim kita di lapangan, sejauh ini tidak ditemukan kerusakan yang yang disebabkan oleh gempa tersebut. Hanya memang masyarakat sempat khawatir akibat gempa yang ikut dirasakan oleh warga kotabumi,” ujar Agung kepada Radar Kotabumi, Senin (5/8).
Lebih lanjut Agung menjelaskan, khusus pulau Sumatera bagian utara sampai bagian selatan memang mempunyai potensi gempa bumi, mengingat kawasan ini dilalui patahan sumatera. Kemudian untuk bagian wilayah pantai baratnya dilalui lempeng Australia sampai pantai selatan pulau Jawa, Dirinya juga menginformasikan khusus daerah ini memiliki sesmik yang jarang terjadi gempa bumi, namun hal itu bukan berarti potensi gempa bumi tidak akan terjadi.“ Karena sampai sekarang gempa bumi belum bisa diprediksikan kapan terjadinya dan berapa kekuatan nya. Namun dilihat dari peta tektonik pulau Sumatera dan Jawa termasuk kawasan yang mempunyai potensi terjadinya gempa bumi,” terangnya.(cw9/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 6 Agustus 2019






