KOTABUMI — Didik Adiyanto (20) warga Gang Jelaba, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) penderita penyakit komplikasi setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
Kabar itu dibenarkan keluarga Didik dan relawan yang merujuknya untuk mendapatkan perawatan di RSD Ryacudu Kotabumi.”Ya benar, adik saya Didik tadi malam telah meninggal,” ujar Indri, ayuk kandung Didik Selasa (3/9).
Ungkapan senada juga dikatakan Intan Alika salah seorang relawan yang membawa Didik Adiyanto untuk mendapatkan perawatan intensif di RSD Ryacudu Kotabumi tersebut. “Meninggalnya tadi malam, setelah dirawat di rumah sakit,” singkatnya.
Tetangga Didik yang berada di rumah duka menyatakan, tetangganya tersebut memang telah lama menderita penyakit komplikasi kanker kelenjar getah bening dan liver, dan setelah di rujuk dan mendapatkan perawatan di rumah sakit Didik meninggal dunia.

Foto Ferdani
Caption Jenazah: Jenazah Didik penderita penyakit komplikasi, saat disemayamkan di kediamannya
“Almarhum Didik memang sudah lama sakit, meninggalnya tadi malam, kalau kata keluarga sekitar pukul 00.30 WIB,” katanya.
Berdasarkan informasi, jika sebelumnya pasien atas nama Didik Adiyanto (20) warga Gang Jelaba, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, sempat sempat ditolaknya pihak RSD Ryacudu Kotabumi.
Namun informasi itu segera diklarifikasi pihak RSD HM. Mayjend Ryacudu Kotabumi, melalui koordinator humasnya Entina Yati, kemarin(3/9). Dengan didampingi Kabid Pelayanan Keperawatan Ulia Febriyanti mewakili direktur RSD dr. Syah Indra Lubis, Entina mengungkapkan, keluarga pasien Didik Adiyanto (20) salah mengonsumsi informasi dari pihak IGD.(fer/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 4 Septamber 2019






