KOTABUMI—Sebanyak enam wartawan asal kabupaten Lampung Utara(Lampura) yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan(UKW) angkatan ke XX, yang dipusatkan di Balai Wartawan, Bandarlampung, sejak Sabtu-Minggu(23-24/11).”Ke-enamnya mengikuti jejang muda semua,”ujar Ketua PWI Lampura Jimmi Irawan, melalui Sekretarisnya Furkon Ari, Minggu (24/11).
Furkon mengatakan, berdasarkan pemaparan panitia UKW ke XX PWI Lampung, seluruh peserta yang mengikuti sebanyak 30 orang dan telah ditetapkan sebanyak 20 orang yang dinyatakan lulus atau berkopenten.
Ditanya lebih jauh, apakah ada wartawan Lampura yang mengikuti UKW itu dinyatakan berkompeten semua? Furkon menyatakan, kewenangan itu ada di pihak dewan pers selaku tim penguji. ”Kalau nama – nama pesertanya, kita belum tahu karena menunggu keputusan dari tim pusat. Tapi bocoran-nya dari 30 peserta dinyatakan berkopenten 20 orang,”terangnya seraya berharap seluruh peserta UKW asal PWI Lampura dapat dinyatakan kompeten semua.
”Harapan kita, semuanya kompetan. Mudah – mudahan, saja. Amin,”pungkasnya.
Dirilis group WhatsApp(WA) PWI Lampura, sebanyak 20 dari 30 wartawan dinyatakan lulus dalam UKW angkatan Ke XX, yang diselenggarakan PWI Cabang Lampung. Pelaksanaan UKW berlangsung dua hari 23-24 November 2019, dipusatkan di Balai Wartawan, Bandar Lampung. Ke 10 peserta yang dinyatakan belum berkompeten terdiri dari 2 peserta jenjang utama, dan 8 orang jenjang muda.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Cabang Lampung, Wirahadikusuma mengatakan, dengan telah dinyatakan 20 peserta berkompeten, maka total anggota PWI yang telah berkompeten di Lampung sebanyak 639 orang.
Dia menjabarkan, dalam UKW ke XX yang baru saja digelar, yang menjadi sejumlah peserta dinyatakan belum berkompeten, dalam hal kode etik.
“Mereka (yang belum berkompeten) lemah memahami kode etik. Padahal kode etik standar moral dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Wirahadikusuma.
Dirinya mengajak seluruh pewarta khususnya di PWI, untuk terus memahami kode etik.”Saya mengajak seluruh rekan media untuk lebih memahami aturan aturan jurnalistik,”tukasnya.(rls)






