Jejak Kinerja Kejari Lampura Setahun 501 Perkara Pidum Dilimpahkan

154

KOTABUMI—Dalam kurun waktu Oktober 2018 sampai dengan Desember 2019, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara (Lampura), telah melimpahkan perkara pidana umum (Pidum) sebanyak 501 perkara. Dari jumlah itu, telah dilakukan eksekusi terhadap perkara yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap sebanyak 413 perkara.

Sisanya sebanyak 88 perkara masih dalam proses sidang dan masih dalam tahap upaya hukum. Sementara untuk perkara pelanggaran lalulintas, telah menyetorkan denda tilang sebanyak 19.015 pelanggar, dengan total denda yang berhasil disetorkan sebesar Rp.1,004 Miliar lebih. Hal itu dijelaskan Kepala Kejari Lampura, Yuliana Sagala, diruang kerjanya, Senin (20/1).

Untuk Bidang Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Lampura telah berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara melalui eksekusi Uang Pengganti Perkara Tindak Pidana Khusus di desa Ratu Abung, sebesar Rp.79,8 juta lebih. Kemudian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak dari pembayaran denda Perkara Tindak Pidana Korupsi atas nama terpidana Oksa Rijaya sevesar Rp.200 juta.

“Kita juga pada tahun 2019 telah melimpahkan tiga perkara korupsi,atas nama Darwan dengan, Bustami dan Manijah,”paparnya.

Kajari menambahkan, pada akhir 2018 Kejari Lampura berhasil menyabet dua prestasi yang membanggakan. Yakni pada 30 November 2018 mendapat gelar terbaik kedua Kejari type B se- Indonesia dalam ajang Siddhakarya 2018. Kemudian pada Desember 2018 kembali berhasil meraih Apresiasi dan Penganugrahan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan melayani (WBBM) dari Kemenpan RB.(fer/her)

Selengkapnya, baca edisi cetak 21 Januari 2020

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here