KOTABUMI—Puluhan rekanan di Kabupaten Lampung Utara(Lampura) mendatangi kantor Pemkab Setempat, Selasa (28/1). Kedatangan para rekanan untuk menagih janji pembayaran uang proyek atas pekerjaan tahun 2018 yang sudah selesai mereka kerjakan, dan sudah dianggarkan melalui APBD 2020.

Foto Riduan
Caption : Tampak sejumlah pegawai meninggalkan kantor DPKA Lampura, setelah kehadiran para kontraktor, Selasa (28/1).
Para rekanan mulanya mendatangi kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset(DPKA), dan sempat meminta seluruh pegawai di kantor itu untuk keluar. Hal ini dilakukan, setelah puluhan rekanan tak mendapati seorang pejabatpun di kantor pengelola keuangan itu.
Selanjutnya, para rekanan menyambangi kantor sekretariat kabupaten(setkab) yang berada tak jauh dari kantor DPKA setempat, untuk bertemu dengan penjabat(Pj.) Sekretaris Daerah(Sekda) Lampura, Hi. Sofyan.
”Kedatangan kami ke Pemda Lampura ini, untuk menanyakan proyek 2018 itu bagaimana kejelasannya,”ujar Mirza, salah seorang kontraktor, usai pertemuan dengan Pj. Sekda Lampura, Hi. Sofyan.
Sedangkan, untuk persoalan waktu akan dibayarnya pekerjaan mereka, diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Lampura.”Tapi yang jadi persoalan saat ini, semua pejabat yang berkaitan dengan keuangan tidak berada di tempat,”lanjutnya.
Kalau memang para pejabat yang berkaitan dengan keuangan jarang berada di tempat, dan tak masuk kerja, sambung Mirza, pihaknya menyarankan agar para pejabat tersebut mundur. ”Saran kami mundur saja(pejabat jarang ngantor, Red),” serunya diamini kontraktor lainnya.
Untuk langkah ke depan yang akan dilakukan pasca pertemuan dengan Pj. Sekda, Mirza menyatakan, akan dilakukan rapat lanjutan dengan jajaran yang berkopenten terkait pembayaran uang proyek 2018 tersebut.”Kamis(30/1), akan ada rapat lanjutan, melibatkan dinas PUPR, DPKA, dan pihak terkait lainnya dan bila perlu anggota DPRD Lampura juga dihadirkan. Untuk mengetahui kejelasan pembayaran pekerjaan 2018 tersebut,”tegasnya.(rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 29 Januari 2020






