KOTABUMI — Malang nian nasib yang dialami oleh Aulia Rahma, warga Jalan Hamami Farial Mega, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Pasalnya, putri berusia 11 tahun ini, meninggal dunia akibat terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang pada akhir-akhir ini merebak di Kabupaten setempat.
Menurut keterangan Idhamsyah (35) kerabat dekat korban, keponakannya tersebut meninggal dunia akibat terjangkit wabah DBD. Awalnya pada Kamis 30 Januari 2020, Aulia hanya menderita demam biasa. Karenanya orang tua korban tidak terlalu menggubris kondisi kesehatan gadis kecil itu.
Namun sakit yang diderita tidak kunjung sembuh, membuat Aulia dibawa Puskesmas Kotabumi Udik untuk dilakukan rawat jalan. “Merasa tidak puas, keponakan saya itu dibawa kerumah sakit Maria Regina, lalu beberapa hari kemudian dirujuk lagi ke RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi.”terangnya, Senin (3/2)
Saat dirawat di RSD Ryacudu Kotabumi itulah diketahui trombosit Aulia sudah mulai lemah. Yakni hanya mencapai 37. Oleh sebab itu keluarga akhirnya memutuskan untuk kembali melakukan rujukan terhadap Aulia Rahma (Korban,Red) ke RS Abdoel Moeloek Bandarlampung, pada Minggu (2/2) untuk dilakukan observasi lebih dalam.
Masih kata Idhamsyah, setelah tiba di Bandarlampung, pada pukul 05.00 WIB subuh, kondisi Aulia Rahma sempat membaik, karena terdengar dengan jelasnya, Aulia menjerit dari dalam ruang perawatan itu.
“Emakkkk….sakittt…suara itulah yang terdengar begitu lantangnya sehingga keluarga merasa aman kalau keponakan saya itu bisa sembuh,” katanya.
Akan tetapi sambungnya, setelah menjerit Aulia kemudian tampak terdiam dalam posisi yang tenang. Kemudian setelah Dua jam lebih berselang tepatnya pada pukul 07.15 WIB, Keponakannya tersebut t sudah meninggal dunia.
Fase kritis yang sempat dilalui korban sebelum akhirnya meninggal dunia di awalai dengan suhu tubuh terasa dingin seperti es. Setelah itu keluar darah dari hidung dan dubur korban. “Fase kritis yang di lalui keponakan saya itu diperkirakan terjadi pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.15 WIB,” terangnya.(fer/her)
Selengkapnya, baca edisi cetak 4 Februari 2020






