Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 10 Feb 2020 21:31 WIB ·

Lebih Lima Tahun Jembatan Penghubung Desa Putus Warga Desa Gunung Gijul Hanya Diberi Janji


 Caption : Akses jalan penghubung warga Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, berupa jembatan tampak putus dan memprihatinkan. Foto Pranata Riano.
Perbesar

Caption : Akses jalan penghubung warga Desa Gunung Gijul, Kecamatan Abung Tengah, berupa jembatan tampak putus dan memprihatinkan. Foto Pranata Riano.

KOTABUMI — Meski memiliki banyak potensi yang bisa digali. Nampaknya Desa Gunung Gijul masih harus bersabar. Pasalnya desa yang terletak di kawasan hulu Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tersebut kembali diberi janji terkait akses jalan dan jembatan yang putus lebih dari lima tahun itu.Padahal Pemkab Lampura pernah berjanji akan melakukan perbaikan pada saat event festival durian pertama kali digelar pada awal tahun 2019 lalu.

” Sudah dua kali Festival durian kami gelar. Ternyata perbaikan yang diharapkan masih sebatas janji. Sama halnya dengan yang pertama. Saat itu Hi. Budi Utomo (Plt. Bupati, Red) yang berucap,” ujar Feri Ferdiansyah, kepala Desa Gunung Gijul kepada Radar Kotabumi, Senin (10/2).

Selain sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki. Festival durian kali kedua yang dilaksanakan pada Sabtu (9/2) lalu, sengaja digelar Desa Gunung Gijul agar para pengunjung dan pemangku kepentingan di Kabupaten Lampura khususnya, dapat mengetahui dan merasakan secara langsung bagaimana sulitnya akses jalan yang harus ditempuh untuk bisa sampai di Desa Konservasi tersebut.

” Dengan datangnya mereka (Pejabat,Red) ke desa kami, paling tidak dapat melihat dari dekat bagaimana sulitnya medan yang harus dilalui. Seperti itulah kira-kira kendala yang dialami oleh warga desa sehari-harinya,” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Feri, dengan kondisi jembatan yang putus akibat terpaan banjir beberapa tahun silam. Terpaksa jalan alternatif satu-satunya yang harus dilalui oleh masyarakat disana, yakni dengan melintasi aliran sungai berbatuan yang berada persis dibawah jembatan tersebut. Terlebih saat musim penghujan tiba, para warga desa penerima penghargaan Kalpataru itu pun harus ekstra berhati-hati pada saat melewati jalur curam dan bebatuan disepanjang jalan.(ano/her)

Selengkapnya, baca edisi cetak 11 Februari 2020

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline