KOTABUMI–Sungguh malang, nasib Muhamad Saleh (19), warga Dusun Candijayo, Desa Abungjayo, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara (Lampura). Putra keempat Sarno (45) itu, didiagnosa medis menderita penyakit polio sejak masih balita. Akibatnya perkembangan tubuh Muhammad Saleh menjadi tidak normal. Tubuhnya tidak tumbuh seperti pemuda lain, tetapi terlihat seperti bocah berusia 10 tahun.
Tidak hanya itu, Muhamad Saleh juga kesulitan untuk berkomunikasi. Sehingga nyaris tidak dapat menterjemahkan apa yang disampaikan lawan bicaranya.Dirinya hanya mampu menatap dan sesekali tersenyum tanpa tahu apa yang sesungguhnya terjadi.
Kakinya yang juga mengecil, membuat tak mampu menopang tubuhnya. Sehingga pemuda ini tidak dapat berjalan. Dirinya hanya duduk dan terbaring. Padahal ketika lahir, Muhammad Saleh normal. Namun kemudian, ia di diagnosa mengidap polio dan kelainan pertumbuhan organ tubuh.
Kondisi ini semakin diperparah dengan kemampuan ekonomi Sarno sang ayah. Pekerjaanya sebagai buruh serabutan, membuat keluarga ini tergolong keluarga pra sejahtera. Jangankan untuk mengobati bocah malang itu, untuk makan sehari-hari saja, Sarno sudah kelimpungan.
Merekapun harus rela menempati rumah yang d hanya berukuran empat meter persegi, berdinding geribik dan berlantaikan tanah.
Namun Sarno masih berharap ada secercah harapan untuk pengobatan putranya itu. Paling tidak dapat sedikit meringankan penyakit yang diderita. Karena ia faham betul, untuk sembuh rasanya tidaklah mungkin. Mengingat usia Muhammad saleh saat ini sudah 19 tahun.
Karenanya Sarno berharap, uluran tangan khususnya dari Pemkab Lampura dan instansi terkait. Setidaknya dapat memberikan perhatian dan bantuan bagi putranya.
“Sampai saat ini, baik dari pihak desa maupun pihak Pemkab Lampung Utara, belum pernah ada yang datang maupun memberikan bantuan,”ujarnya.(ndo/her)






