Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 10 Feb 2020 21:43 WIB ·

Miskin Papa dan Lumpuh Tak Berdaya


 Caption foto : Muhamad Saleh dan Sarno ayahnya Perbesar

Caption foto : Muhamad Saleh dan Sarno ayahnya

KOTABUMI–Sungguh malang, nasib Muhamad Saleh (19), warga Dusun Candijayo, Desa Abungjayo, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara (Lampura). Putra keempat Sarno (45) itu, didiagnosa medis menderita penyakit polio sejak masih balita. Akibatnya perkembangan tubuh Muhammad Saleh menjadi tidak normal. Tubuhnya tidak tumbuh seperti pemuda lain, tetapi terlihat seperti bocah berusia 10 tahun.

Tidak hanya itu, Muhamad Saleh juga kesulitan untuk berkomunikasi. Sehingga nyaris tidak dapat menterjemahkan apa yang disampaikan lawan bicaranya.Dirinya hanya mampu menatap dan sesekali tersenyum tanpa tahu apa yang sesungguhnya terjadi.

Kakinya yang juga mengecil, membuat tak mampu menopang tubuhnya. Sehingga pemuda ini tidak dapat berjalan. Dirinya hanya duduk dan terbaring. Padahal ketika lahir, Muhammad Saleh normal. Namun kemudian, ia di diagnosa mengidap polio dan kelainan pertumbuhan organ tubuh.

Kondisi ini semakin diperparah dengan kemampuan ekonomi Sarno sang ayah. Pekerjaanya sebagai buruh serabutan, membuat keluarga ini tergolong keluarga pra sejahtera. Jangankan untuk mengobati bocah malang itu, untuk makan sehari-hari saja, Sarno sudah kelimpungan.

Merekapun harus rela menempati rumah yang d hanya berukuran empat meter persegi, berdinding geribik dan berlantaikan tanah.

Namun Sarno masih berharap ada secercah harapan untuk pengobatan putranya itu. Paling tidak dapat sedikit meringankan penyakit yang diderita. Karena ia faham betul, untuk sembuh rasanya tidaklah mungkin. Mengingat usia Muhammad saleh saat ini sudah 19 tahun.

Karenanya Sarno berharap, uluran tangan khususnya dari Pemkab Lampura dan instansi terkait. Setidaknya dapat memberikan perhatian dan bantuan bagi putranya.
“Sampai saat ini, baik dari pihak desa maupun pihak Pemkab Lampung Utara, belum pernah ada yang datang maupun memberikan bantuan,”ujarnya.(ndo/her)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline