Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 14 Apr 2020 20:51 WIB ·

Jaringan SUTET Nyaris Makan Korban


 Caption foto : Kantor Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang‎, Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kotabumi
Perbesar

Caption foto : Kantor Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang‎, Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kotabumi

KOTABUMI—Jaringan Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET), yang melintasi di  RT 3/LK 10, Dusun Tulungbungur, ‎Kelurahan Kotabumi Udik, Lampung Utara (Lampura) nyaris makan korban. Dua keluarga yang rumahnya berdekatan dengan tower jaringan tersebut mengaku terkena sengatan listrik saat kakinya menyentuh lantai rumah. Peristiwa itu terjadi selama dua malam berturut-turut saat terjadi hujan disertai petir Minggu (12/4) malam dan Senin (13/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Caption foto : Inilah kediaman wati yang dilintasi jaringan SUTET.

Wati (20), salah seorang warga yang mengalami kejadian tersebut menuturkan,
malam itu hujan disertai petir berlangsung cukup mencekam. Ia suami dan anaknya yang berada diruang tengah,  merasa sedikit ketakutan. Ketakutan itu berubah menjadi sebuah kepanikan lantaran tiba-tiba mereka merasakan tersengat aliran listrik dari lantai yang dipijaknya.

“Saya dan suami kesetrum di bagian kaki tadi malam,” terang Wati, di kediamannya, Selasa (14/4).

Lantaran merasakan adanya sengatan listrik, ia yang tengah menggendong anaknya bersama Slamet Riyadi suaminya spontan melompat ke atas ranjang. Saat itulah aliran listrik tidak lagi dirasakan oleh mereka.

“Selain kami, tetangga sebelah juga merasakannya. Saking takutnya, anak tetangga berteriak – teriak,” tutur dia.

Ia berharap, pihak PT. PLN segera menindaklanjuti keluhan mereka karena kejadian ini sangat membuatnya dan tetangganya tidak nyaman. Apalagi, kejadian ini kerap kali terulang saat turunnya petir.

“Kejadian ini sudah sering kali terjadi‎, tapi kami mau ngungsi ke mana. Mohon pak PT.PLN merespon keluhan kami sesegera mungkin,” pintanya.

Di tempat sama, Sobri, tetangga depan korban membenarkan kejadian tersebut. Kejadian yang menimpa kedua tetangganya ‎itu diketahuinya pada pagi ini.

“Kami tahu adanya sengatan listrik yang menimpa keluarga Wati dan keluarga Wanto pada pagi ini. Wati sendiri yang cerita soal ini,” kata dia.

Sayangnya Kepala Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang‎, Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kotabumi, Rio Ronald tidak dapat dimintakan konfirmasinya. Ketika Radar Kotabumi mendatangi kantor tersebut, Rio sedang tidak berada ditempat. Salah seorang pegawai yang mengaku bernama Aston menuturkan jika pimpinannya (Rio Ronald-red) tidak berada dikantor. “Beliau sedang keluar pak,” ujarnya. Ketika dimintakan nomor kontak pimpinannya itu, Aston mengatakan tidak berani memberinya. “Waduh pak saya tidak berani memberi nomor ponselnya,” pungkasnya. (ndo/her)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline