KOTABUMI–DPRD Kabupaten Lampung Utara (Lampura), meminta Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kotabumi, dapat segera memperbaiki jaringan Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET), yang diduga menyebabkan warga tersengat listrik.
Karena keterlambatan perbaikan sangat berpotensi menyebabkan semakin meluasnya kerusakan dan dapat menimbulkan korban jiwa. “Kami minta ULTG Kotabumi, segera merespon keluhan masyarakat ini kemudian melakukan perbaikan. Jangan menunggu sampai jatuh korban dulu. Ini jika didiamkan sangat berbahaya,” ujar Arif Al Hasan, anggota komisi II DPRD Lampura, Rabu(15/4).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, persoalan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan DPRD untuk kemudian dapat ditindalanjuti secara kelembagaan. Hanya saja, saat ini sedang berlangsung wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid 19). Dimana semua tengah melakukan psychal distancing.
Karenanya belum memungkinkan untuk melakukan Rapat atau memanggil pihak ULTG. Meski demikian, bukan berarti DPRD tidak respon terhadap apa yang dikeluhkan warga. “Pasti akan kita tindaklanjuti, apalagi jika pihak ULTG mengabaikan apa yang dikeluhkan warga ini. Jangan sampai jatuh korban dulu baru bertindak.” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, jaringan SUTET, yang melintasi di RT 3/LK 10, Dusun Tulungbungur, Kelurahan Kotabumi Udik, Lampung Utara (Lampura) nyaris makan korban. Dua keluarga yang rumahnya berdekatan dengan tower jaringan tersebut mengaku terkena sengatan listrik saat kakinya menyentuh lantai rumah. Peristiwa itu terjadi selama dua malam berturut-turut saat terjadi hujan disertai petir Minggu (12/4) malam dan Senin (13/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Wati (20), salah seorang warga yang mengalami kejadian tersebut menuturkan,
malam itu hujan disertai petir berlangsung cukup mencekam. Ia suami dan anaknya yang berada diruang tengah, merasa sedikit ketakutan. Ketakutan itu berubah menjadi sebuah kepanikan lantaran tiba-tiba mereka merasakan tersengat aliran listrik dari lantai yang dipijaknya.
“Saya dan suami kesetrum di bagian kaki tadi malam,” terang Wati, di kediamannya, Selasa (14/4).
Lantaran merasakan adanya sengatan listrik, ia yang tengah menggendong anaknya bersama Slamet Riyadi suaminya spontan melompat ke atas ranjang. Saat itulah aliran listrik tidak lagi dirasakan oleh mereka.
“Selain kami, tetangga sebelah juga merasakannya. Saking takutnya, anak tetangga berteriak – teriak,” tutur dia.
Dilain pihak, lagi-lagi Kepala ULTG Kotabumi, Rio Ronald tidak dapat dimintakan konfirmasinya. Ketika Radar Kotabumi kembali mendatangi kantor tersebut, Rio sedang tidak juga berada ditempat. Salah seorang pegawai mengatakan Rio tidak berada dikantor. “Beliau sedang keluar pak,” pungkasnya. (ndo/her)






