Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 15 Apr 2020 13:25 WIB ·

ODP Tak Sebanding Data Pemudik Ini Penjelasan Kepala Sekretariat Posko Terpadu Covid-19


 Caption : Sanny Lumi, kepala sekretariat posko terpadu Covid-19 saat diwawancarai Radar Kotabumi beberapa waktu lalu. Foto Pranata Riano. Perbesar

Caption : Sanny Lumi, kepala sekretariat posko terpadu Covid-19 saat diwawancarai Radar Kotabumi beberapa waktu lalu. Foto Pranata Riano.

KOTABUMI — Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah dihadapi, membuat jumlah para pemudik asal Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Tercatat hingga saat ini jumlah para perantau yang kembali ke daerah asalnya berada diangka enam ribu orang lebih. Seolah berbanding terbalik dengan data yang dikeluarkan situs resmi tanggap bencana Covid-19 milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Pasalnya dalam rilis itu dituliskan, total angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) tak sebanding dengan banyaknya jumlah pemudik yang sudah tiba di Lampura.

“Jumlah total ODP sebanyak 95 orang. Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 15 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih nihil. Sementara untuk orang terkonfirmasi sampai hari ini masih sama yakni dua orang. Dan kondisi mereka mulai membaik,” ujar Sanny Lumi, Kepala sekretariat posko terpadu percepatan penanganan Covid-19 kepada Radar Kotabumi, Rabu (15/4).

Terkait data dimaksud, Ia menjelaskan, meskipun jumlah para pemudik telah berada diangka ribuan orang lebih. Ada beberapa alasan yang menyebabkan tidak dimasukannya para pemudik itu dalam kategori ODP. Menurutnya, untuk menetapkan status seseorang sesuai protokoler penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah, harus melalui beberapa tahapan pemeriksaan medis. Tak hanya itu, masih ada tahapan lain yang mesti dilakukan pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut dalam prosesnya.

” Sesuai mekanisme medis, harus di cek gejala yang nampak ataupun tidak. Serta riwayat perjalanan dan ada tidaknya kontak erat yang besangkutan selama di perantauan.Jadi tidak langsung ditetapkan statusnya,” katanya.

Selain itu, ia mengaku, tak hanya melakukan pendataan, tim gugus tugas telah menyampaikan imbauan kepada para pemudik untuk bisa menaati anjuran pemerintah agar tidak keluar rumah selama 14 hari. Lebih lanjut Sanni menuturkan, langkah lain yang dilakukan yakni, segera mungkin memeriksakan kondisi kesehatan para pemudik bila timbul gejala-gejala lain selama kurun waktu tersebut. Kendati begitu, peran aktif dari pihak keluarga juga dibutuhkan dalam meminimalisir potensi kemungkinan terjadinya sebaran Covid-19.

” Dalam mengantisipasi sebaran virus Corona, kontrol dari pihak keluarga dan masyarakat juga sangat dibutuhkan. Jadi kita minta mereka bisa membatasi diri dengan tidak berpergian bila dirasa tidak ada hal yang cukup penting,” ucapnya.

Seperti diketahui, berdasar rilis yang dikeluarkan situs resmi tanggap bencana Covid-19 Lampura. Hingga Rabu siang belum ada penambahan kasus orang terkonfirmasi. Dari total 95 orang dalam pemantauan, yang sudah selesai proses pemantauan berjumlah 83 orang, dan sebanyak 12 orang sisanya masih dalam tahap pemantauan. Sementara 15 orang lainnya masuk dalam kategori orang tanpa gejala.(ano/her)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline