KOTABUMI–Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Lampung Utara(Lampura) geram, terkait banyaknya saldo nol pada rekening keluarga penerima manfaat(KPM) program sembako(prosam)/bantuan pangan non tunai(BPNT). “Kita sedang koordinasikan dengan pihak – pihak terkait dalam program bantuan pangan non tunai atau program sembako ini,”ujar Ketua DPRD Lampura, Romli, A.Md, seusai bertemu dengan kepala cabang Bank Mandiri Kotabumi, Rabu (15/4).
Dikatakan, banyak masyarakat namanya yang tercantum dalam data penerima tetapi saat penggesekan di e warunf, saldonya nol, sehingga menimbulkan kecurigaan.”Sehingga pendamping program yang menjadi sasaran masyarakat,”katanya di hadapan masyarakat.
Romli mengatakan, persoalan saldo nol tersebut harus ditindaklanjuti dengan serius, dan jangan saling menyudutkan dan saling menyalahkan.”Jadi kami sedang menelusuri berbagai keluhan masyarakat terkait saldo nol,” kata Ketua DPRD Lampura.
Dalam hal ini, Romli mempertanyakan dan menelusuri kepada pihak perbankan, dan selanjutnya akan menelusuri ke pihak lainnya termasuk dinas sosial dan kementerian sosial.”Kita cari permasalahannya, kalau memang masalahnya ada di pusat, mari Kita sama – sama ke pusat. Ini harus diselesaikan denhan serius, jangan hanya menunggu dan menunggu,”tambahnya.
Lebih lanjut dia menyebut, permasalahan saldo nol merupakan permasalahan nasional, dan bukan hanya terjadi di kabupaten Lampung Utara.“ Tujuan saya turun ini dengan maksud mengetahui bersama dan meluruskan data agar dijadikan bahan evaluasi pada permasalahan yang terus bergulir hingga saat ini,” Imbuhnya.
Sementara itu, penerima PKH yang juga namanya terdaptar dalam penerima program BPNT, mengeluhkan tidak pernah menerima bantuan pangan non tunai sejak bulan Juli 2019 – April 2020.”Nama kami ada di daftar penerima BPNT dan PKH, tapi saat penggesekan bantuannya tidak ada,”kata Kemala Sari(38) salah seorang warga desa Bumi Mandiri, Kecamatan Abung Barat.
Dikatakan Kemala, persoalan ini dirinya tidak mengetahui duduk persoalannya, namun dirinya mengatakan persoalan ini terjadi kekeliruan terhadap nomor induk kependudukan(NIK) kartu keluarga penerima PKH dan BPNT.” Setiap kami menggesek ATM saldonya selalu nol, kosong terus,” katanya.
Persoalan ini terang dia, bersama warga lainnya telah memberitahukan kepada aparatur desa setempat. Dirinya berharap kepada pemerintah setempat agar segera menyelesaikan persoalan ini.
“ Kami sudah memberitahukan ini kepada aparat desa, kami diminta untuk sabar. Bahkan kami sudak pernah melakukan ujuk rasa,” tukasnya.(ndo/her)






