KOTABUMI — Kepala PT Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) Rio Rona pastikan tidak ada kerusakan jaringan Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) yang dapat membahayakan warga. Begitupula dengan dua keluarga yang mengklaim tersengat listrik.
Rio menduga sengatan itu disebabkan Sambaran petir yang mengenai pepohonan disekitar rumah warga di Kelurahan Kotabumi Udik terrsebut.
“Memang ada tower yang tersambar petir, tapi jaraknya cukup jauh sekitar 400 meter. Tower itu sendiri sudah langsung kita perbaiki. Karenanya saya menduga sengatan listrik itu diakibatkan oleh paparan petir yang memang terjadi begitu banyak di malam itu,” jelas Rio Rona, di kantornya, Kamis (16/4).
Ia bertambah yakin lagi, setelah mereka turun ke lokasi yang ramai diberitakan oleh media. Di lokasi itu, mereka meneliti kondisi jaringan berikut alat peredam petir yang mereka pasang.

Rio menambahkan, jaringan SUTET memenuhi apa yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Nomor 2 Tahun 2019. Misalnya jarak pemasangan menara berikut jaringannya sesuai dengan aturan jarak aman minimal 2,5 meter dari rumah terdekat.
“Secara teknik, menara dan jaringan di sana aman,” tegasnya.
Kendati dinyatakan aman, namun mereka tetap menambahkan alat perambat petir di lokasi untuk mencegah hal serupa terulang kembali. Dengan demikian, ia berharap warga sekitar tidak khawatir di masa mendatang.
“Kami sudah menambahkan rambatan petir di sekitar menara,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, dua keluarga di RT III / LK X Dusun Tulungbungur, Kelurahan Kotabumi Udik, Lampura nyaris tewas lantaran terkena sengatan listrik, Senin (13/4) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kuat dugaan, aliran listrik yang menyengat kedua keluarga ini berasal dari jaringan SUTET di sekitar rumahnya. Hal ini dikarenakan rumah kedua keluarga ini hanya berjarak sekitar 15 meter dari menara SUTET.
“Saya dan suami kesetrum di bagian kaki tadi malam,” terang Wati, ibu rumah tangga yang nyaris menjadi korban tersengat listrik, di kediamannya.
Kabar tersengatnya dua keluarga ini menarik perhatian DPRD Lampura. Pihak legislatif meminta agar pihak Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang, Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kotabumi segera memperbaiki jaringan listrik SUTET di Kelurahan Kotabumi Udik, Kotabumi. (ndo/fer/her)






