KOTABUMI — Jenazah MA (32) warga Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terduga dan terinfeksi virus Covid-19, akhirnya di makamkan di sebuah areal yang telah di sediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampura, tepatnya di Desa Tanjung Iman, Kecamatan Belambangan Pagar, dengan standar Covid-19, Kamis (16/4).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radar Kotabumi, korban meninggal dunia setelah melalui rangkaian pemeriksaan tim medis di RS Handayani Kotabumi.
Diketahui, pada Rabu 15 April 2020 sekira pukul 23.30 WIB, pasien masuk RS Handayani dan di tangani di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan keluhan sesak nafas dan batuk yang semakin memberat, nyeri dada, demam. Hasil pengecekan, anamnesa mengarah ke autoimun dan infeksi kronik. RPD = riw alergi (-), DM (-), HT (-), riw maag (+).
Kemudian pada Kamis 16 April 2020 pukul 00.20 Wib Kondisi pasien mengalami bradikardia (HR> 110an langsung menjadi <70 kali permenit dan bradipneu. Ekg = Sinus rythm, HR 65 x/menit, tanda iskemik (-). Namun setelah melalui rangkaian pemeriksaan tim medis, kondisi pasien semakin memburuk, hingga pada akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.40 WIB.
Dengan hasil pemeriksaan di RS Handayani Kotabumi, Px fisik Pasien. KU = pasien tampak klinis sesak nafas berat, E4V5M6, TD 110/70, N 118 x/menit, Rr 38 x/menit, Temp 35.8 c, Saturasi = 85% room air – – >NRM 8-10 lpm, 88-90%.

Selanjutnya, Dada = P simetris, bronkovesikuler (+/-), RBK (-/-) J/ BJ 1 2 reguler, kardiomegali. Ro thorax (16/4 pukul 00.00). Pneumonia Dextra dengan trapping effusion, curiga ground glass opacity di lobus inferior Dextra.
Untuk hasil Lab pasien diketahui juga, HB : 19, Hmt 56. AL 21.900, Neutrofil 57%
Limfosit 33%, Absolut lymphocite count 7.227, NLR 1.7, GDS 97, Anti HIV negatif
Rapid test Antibodi SARS COV 2 negatif.
Direktur Rumah Sakit Umum Handayani, dr Djauhari Thalib yang dihubungi mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi. Namun dia membenarkan ada pasien yang meninggal di rumah sakit setempat tadi malam.
“Laporannya belum masuk. Benar tadi malam ada pasien yang meninggal tapi belum bisa dipastikan meninggalnya karena apa,” kata dr Djauhari Thalib.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Lampura, dr Maya Metissa ketika dikonfirmasi menjelaskan MA merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
“Ya benar PDP, tapi masih menunggu hasil tes swabnya untuk kepastian penyebab meninggalnya,” ujar dr Maya Metissa.
Sementara itu keterangan yang diperoleh dari rekan MA, jenazah akan dimakamkan di Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampura.
“Setahu saya korban tinggal di Kecamatan Abung Selatan. Korban meninggal di RS Handayani Kotabumi,” ujar MH rekan MA. (fer/her)






