KOTABUMI — Pasien Dalam Pengawasan di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) kembali bertambah. Belakangan diketahui satu orang PDP itu merupakan salah satu pejabat di Kabupaten setempat. Hal itu diperkuat setelah adanya pernyataan resmi yang diucapkan kepala sekretariat Posko Terpadu percepatan penanganan Covid-19.
“Satu orang PDP adalah Kepala Dinas salah satu instansi di Lampura. Saat ini yang bersangkutan tengah di rawat di ruang isolasi Rumah Sakit Handayani Kotabumi,” ujar Sanny Lumi, Kepada Radar Kotabumi, Selasa (21/4) di Gedung Korpri.
Menurutnya, meski hasil rapid test yang bersangkutan dinyatakan negatif. Setelah melalui sejumlah pemeriksaan medis, namun gejala-gejala yang dirasakan mengindikasi kuat ke arah Covid-19. Alasan itulah yang membuat tim gugus tugas Lampura untuk memasukan status yang bersangkutan ke dalam satu diantara tiga orang PDP di Lampura.
“Keluhan dan gejala-gejalanya seperti ciri-ciri Covid-19. Saat ini kita masih menunggu hasil swabnya. Untuk pasien sendiri masih ditangani tim medis. Kondisi pasien masih stabil,” ucapnya.
Ia menuturkan, selain memiliki riwayat kontak langsung dengan salah satu warga yang terkonfirmasi, yang bersangkutan diketahui memang cukup aktif terlibat dalam tim gugus tugas Covid-19. Bahkan kata Sanny, PDP baru itu pernah turun langsung guna melakukan pengecekan terhadap warga yang dinyatakan positif corona.
“Kalau dirawatnya sejak dua hari kemarin. Untuk kepastian statusnya kami masih menunggu hasil swabnya. Mudah-mudahan hasilnya tidak seperti dibayangkan,” jelasnya.
Untuk itu dalam proses percepatan penanganan Covid-19, menurutnya, kesadaran dan kepatuhan warga terhadap imbauan pemerintah sangatlah diperlukan. Apalagi para pemudik atau perantau yang baru tiba di Kabupaten Lampura. Oleh sebab itu ia kembali meingatkan, sebagaimana instruksi pemerintah dengan cara tidak keluar rumah selama kurun waktu 14 hari. Dan segera melapor bila baru kembali dari wilayah yang masuk kategori zona merah.
“Bila memang tidak penting, jangan keluar rumah apalagi keluar kota. Sebab ini menyangkut nyawa orang banyak. Bukan hanya dia yang akan menjadi korban, tapi orang-orang disekitarnya ikut terancam,” paparnya.
Untuk diketahui, update terbaru Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 tercatat ada 103 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak tujuh orang sedang dalam proses pemantauan. Sementara sisa 96 orang dinyatakan telah selesai pemantauan.
“Untuk jumlah OTG per hari ini berjumlah 17 orang. Sementara PDP menjadi tiga pasien. Dua diantaranya sudah meninggal. Dan jumlah orang terkonfirmasi masih sama, yakni sebanyak dua orang” terangnya.(ano/fer/her)






